Vocaloid

Vocaloid
Camelia

Translate

Sabtu, 21 Januari 2012

Fanfic : Vengence part 2

Title : Vengeance part 2
Author : Rei Eruenza
Genre : Suka-suka deh

Happy reading \(^o^)/

~ ~ ~ ~ ~

Keesokannya Eru dan Ryn tidak masuk sekolah dengan izin ada acara keluarga ...


[ Starbucks ]

Suatu ketika ada kejadian saat Ryn dan Eru menyamar menjadi pelayan di Starbucks, seorang lelaki yang sedang cekcok dengan seseorang dan Ryn melihat tidak keasingan pada wajah lelaki itu dan dia ingat kalau lelaki itu adalah ... Tora yang dicarinya bersama Eru walaupun masih ragu. Dia-pun langsung menuju meja dimana lelaki itu sedang adu mulut diikuti Eru.

“ Maaf ada apa ya tuan? “ kata Ryn ramah.

“ Hey, pelayan bodoh kenapa kamu membiarkan orang ini masuk kemari “ kata lelaki itu setengah mabuk.

“ Kak Tora ayo pulang. Kakak dapat dari mana ini minuman? “ kata seseorang laki-laki yang terlihat lebih muda 7 tahun darinya. Dialah adiknya Tora.

‘ Ciihh benar dugaanku dia Tora ‘ batin Ryn. Eru yang mendengar kalau lelaki itu Tora dan dia langsung membuka kaca yang diselipkan sebuah foto Tora dan Kaede. Eru langsung menyikut lengan Ryn yang sama-sama terdiam setelah mendengar nama Tora.

“ Aku akan telephone kak Kaede supaya dapat menjemput kita karna aku tidak sengaja datang kemari untuk bertemu dengan temanku “ kata adiknya kepada Tora.

“ Kamu ini berisik sekali Sebastian “ kata Tora sambil mendorong adiknya menjauh.

“ Kakak sadar. Ayo pulang “

“ Sebaiknya kakak-mu diberi air putih dulu supaya sedikit menghilangkan pusingnya “ kata Ryn sambil menyerahkan segelas air putih.

“ Ryn, apa yang harus kita lakukan sekarang? “ kata Eru berbisik.

“ Aku tidak tau. Aku takut adiknya mengetahui kedok kita “ kata Ryn bisik-bisik.

Setelah menunggu beberapa menit seseoang datang dengan pakaian serba hitam yang menggunakan cupluk sehingga tidak terlalu terlihat wajahnya.

“ Akhh akhirnya kak Kaede datang “ kata Sebastian.

Eru yang mendengar kalau seseorang yang baru saja datang adalah Kaede dia langsung menjadi gugup dan keringat dingin. Ryn tidak mengetahui perubahan yang terjadi pada Eru dan dia hanya bersikap wajar. Ryn dengan santainya membantu Sebastian adiknya Tora membereskan barang-barang yang dibawa Tora dan Kaede langsung membopong Tora dan tanpa sadar Tora langsung merangkul Eru dan Eru sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa terdiam, dia tidak berani menatap wajah Kaede dan tiba-tiba ..

“ Hey pelayan, tolong bantu aku membawanya “ kata Kaede yang berbicara pada Eru. Eru langsung melakukan perintahnya tanpa menoleh dan terus menatap lantai.

Sesampainya di depan pintu Kaede menyuruhnya untuk membantu memasukan Tora pada mobilnya karna tubuh Tora yang cukup besar Eru sedikit kerepotan walau ada Kaede. Tanpa sengaja Eru mengalihkan pandangannya pada Tora dan ternyata Kaede sedang melihatnya dengan penuh curiga dan Eru langsung membuang mukanya.

‘ Gawat, ketauan nih ‘ batin Eru. Setelah berhasil memasukan Tora, Kaede menghampiri Eru.

“ Tidak sangka yah kamu sudah besar “ kata Kaede sambil mengangkat wajah Eru yang sedari tadi meunduk takut ketahuan.

“ Jangan sentuh “ kata Eru ketus sambil menangkis tangan Kaede. Kaede hanya tersenyum yang penuh kengerian bagi Eru dan dia langsung meninggalkannya.

Berminggu-minggu setelah kejadian itu Kaede sudah tidak pernah terlihat lagi di cafe itu begitu juga dengan Tora.

~ ~ ~ ~ ~

 [ SMA Gensis ]

SMA Gensis mengadakan tanding atletik dengan SMA Gakuen dan setiap kelas dipilih 2 orang untuk mewakili sekolah mereka. SMA Gensis pun mengadakan penilaian dalam atletik dan dari kelas X memilih Diox serta rekannya Sui, dari kelas XI memilih Ryn dan Shin, dari kelas Jun dan Ratsu. Mendengar nama Diox, Eru langsung mencari orang bernama itu dan benar saja dugaannya ternyata Diox adalah sahabat dekat Eru sewaktu kecil yang sangat ia percayai tak disangka satu sekolah lagi bersamanya walau beda kelas.

SMA Gakuen memilih perwakilan dari sekolahnya terdiri dari Saga, Hyde, Ryog, Yoshito, Iv, dan Teru. Perlombaan berlangsung tiga hari. Dari masing-masing peserta kini saling mengenal satu sama lain dan menjalani hubungan pertemanan.

Setelah usai perlombaan dan dimenangkan oleh SMA Gensis sekolah itupun langsung mengadakan pesta terutama pada pesertanya dan disaat itulah Ratsu menyatakan perasaannya kepada Ryn.

“ Mmm .. Ryn. Reaksi kamu kalau ada yang nembak gimana? “ kata Ratsu.

“ Lha mati dong “ kata Ryn bercanda.

“ Bukan itu maksudnya. Ditembak cinta gitu langsung nerima apa mikir apa nolak? “

“ Yaaa .. tergantung “

“ Owh. Mmm .. Ryn mau jadi pacarku gak? “

“ What? “ Ryn kaget dan langsung menganggukannya tanda menerimanya. Ratsu langsung memeluknya saat itu juga.

 Berbulan-bulan Ratsu menjalani hubungan bersama Ryn, begitupun seminggu kemudian setelah perlombaan Eru jadi kembali dekat dengan Diox yang telah direncanakan oleh suatu kelompok lain. Diox mendekati Eru hanya untuk memata-matainya untuk kelompok NEDD yang telah membayarnya. Begitu juga dengan Ratsu yang hanya ingin memancing kelompok BUZZ. Walau begitu Diox dan Ratsu bersikap tidak saling kenal supaya melancarkan misinya.

~ ~ ~ ~ ~

[ Eru’s Share-House ]

Eru adalah seorang remaja yang sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya akibat dibunuh dua tahun yang lalu oleh kakaknya sendiri saat dia masih duduk di bangku SMP. Eru tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya terdiam saat orang tuanya terbunuh tetapi kakaknya sengaja tidak membunuhnya karna tidak ada untungnya membunuh orang yang lemah dan pergi dengan memberi sebuah senyuman.

Setelah berbulan-bulan kakaknya menghilang entah kemana dan dia menganggapnya sudah meninggal sampai saat ini. Eru sekarang tinggal di share-house yang terletak di Akatsuki yang jauh dari kotanya dulu supaya membuang kenangan buruk itu. Tanpa diduga kejadian berminggu-minggu lalu dia bertemu dengan kakaknya dan membuatnya ingin membalas semua perbuatannya kepada orang tuanya dengan cara bergabung dengan BUZZ. Hanya Ryn-lah yang mengetahui kalau Eru mempunyai seorang kakak walau yang dia ketahui sudah meninggal.

Suatu ketika di pagi yang cerah di kediaman share-housenya sangat ramai karna bertepatan pada hari ulang tahun Eru. Teman-teman serta Seasons datang semua ke share-housenya begitu juga dengan Diox dan Ratsu tetapi anggota BUZZ tidak datang supaya identitas mereka tidak terbongkar.

“ Tanjoubi Omedeto, Ru “ kata Ryn dan disambut pelukan hangat oleh Seasons.

“ Sankyuu minna “ kata Eru sambil membungkuk.

Seusai party-party share-house pun sepi hanya ada Ichi yang belum pulang dan Eru pun mengantarnya pulang karna sudah malam. Prinsipnya dan Ryn sama. Mementingkan sahabat dari apapun dan karna mereka berdua adalah kolompok buronan NEDD mau gak mau mereka berdua tidak boleh mencolok agar sahabat mereka tidak terlibat dan membahayakan nyawa mereka. Mereka berdua bergabung dengan kelompok BUZZ atas tawaran Yudai sendiri dan akhirnya mereka pun bergabung semenjak masuk di SMA Gensis dan mereka serta anggota lain sudah melaksanakan berbagai macam tugas. Awalnya mereka berdua takut tetapi sekarang mereka sudah tidak peduli akan orang yang tak dikenalnya sebagai targetnya itu.
Saat Eru mengantar Ichi pulang ditengah jalan Eru merasakan ada seseorang sedang mengikutinya dan tanpa aba-aba langsung menyerangnya dengan pistol yang dibawanya, Eru pun langsung menghindar dan Ichi langsung menjerit ketakutan dan Eru terpaksa harus memukul pundaknya agar Ichi tidak sadarkan diri supaya tidak mengundang orang-orang sekitar menghampirinya. Eru mengetahui pria itu bukan perampok melainkan anggota NEDD karna tak sengaja Eru melihat lambang yang ada di pakaiannya yang Eru tau itu dari NEDD saat bertarung dengan mata-mata suruhan NEDD tahun lalu. Pertarungan pun menjadi sengit Eru mendapat luka tembakan di lengan kirinya dan orang yang menggunakan tudung yang menutupi wajahnya itu terluka di bagian pinggang akibat tusukan pisau lipat yang Eru selalu bawa di dalam sakunya untuk berjaga-jaga. Akhirnya orang itu pergi dan dengan lemas Eru langsung membopong Ichi ke mobil dan mengantarkannya pulang setelah melilitkan sebuah kain yang ia dapat dari dalam mobil untuk mengikat tangannya supaya tidak mengeluarkan darah lagi.

~ ~ ~ ~ ~

Keesokan harinya ..


[ SMA Gensis ]

“ Ru, kamu gak apa-apa? “ kata Diox khawatir.

“ Gak usah khawatir “ kata Eru.

“ Ko bisa begini sih. Kamu abis ngapain? “ kata Diox prihatin.

“ Akhh aku kemarin jatuh diaspal gara-gara dibonceng sodara “

“ Yaudah lain kali kamu hati-hati ya “

Diox mengantarkan Eru ke kelasnya dan langsung diambil alih oleh sahabatnya Ryn. Diox pun langsung meninggalkan mereka.

“ Pasti ulah NEDD “ kata Ryn nebak.

“ Berarti kita sekarang harus berhati-hati lagi “ kata Eru. Ichi, Mochi, Yune, Diora pun menghampiri kami dan menanyakan hal yang sama. Hanya Mochi lah yang sepertinya tidak begitu mengubrisnya dan mengundang kecurigaan bagi Ryn.

~ ~ ~ ~ ~

Kesokan harinya ...


Bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua murid semuanya pulang dan ada juga yang masih disekolah. Ichi, Yune, Eru memutuskan untuk kerumah Diora dan disusul oleh Ryn setelah piket hanya Mochi-lah yang tidak ikut karna ingin bertemu dengan teman SMP-nya. Setelah piket Ryn langsung menaiki motornya untuk menuju rumah Ichi dan tanpa diduga dia bertemu dengan Mochi yang sedang bersama seseorang yang dia kenal yaitu Jun yang sedang membicarakan sesuatu yang penting dan pergi menggunakan mobil dan Ryn pun mengikutinya tanpa sepengetahuannya Ratsu melihatnya. Sesampainya disana Ryn sembunyi dan mendengar percakapan Jun, Mochi dan dua orang yang tak dia kenal dan diikuti dua orang cewe tinggi yang juga tak dikenalinya.

“ Bos, bagaimana selanjutnya? “ kata seseorang lelaki.

“ Tenanglah Hyde, Saga tidak akan menyadari penyamaran kita. Bagaimana dengan mu Mochi? “ kata Kai selaku pemimpin.

“ Mereka sepertinya masih belum mengetahuinya “ kata Mochi santai sambil mengusap pedang kesayangannya.

‘ Mereka? Maksudnya? ’ batin Ryn.

“ Owh sepertinya ada tamu “ kata Jun tiba-tiba yang telah mendapatkan kode dari seseorang bahwa ada penyusup. Tubuh Ryn pun seketika menjadi keringat dingin.

“ Bawa dia kemari “ kata Kai.

“ Maaf .. aku kesini Cuma ingin mengantarkan pesanan nona Leda “ kata orang itu gugup.

“ eh? “ kata Ryn dan sedikit lega tanpa diduga sebuah benda menempel di belakang kepalanya dan langsung mengikat tangannya. Ryn langsung menoleh dan tanpa terduga bahwa itu adalah kekasihnya.

“ Bagus sayang “ kata Uruha.

“ Semudah inikah? Anggota BUZZ memang lemah “ kata Ratsu angkuh.

“ Kau? “ kata Ryn tepat diwajah Ratsu.

“ Kau kami tahan untuk menjadi umpan agar anggotamu datang kemari dan menyerahkan diri kepada kami “ kata Hyde.

“ Kalian anggota NEDD “ kata Ryn tak percaya.

“ Benar sayang “ kata Ratsu “ Lalu apa kau kenal dengan dia? “ Lanjut Ratsu sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk santai diatas meja dengan kaki dinaikan satu.

“ Apa kabar teman? “ kata orang itu.

“ Diox “ kata Ryn geram.

“ Yap “ kata orang itu yang ternyata Diox.

“ Kalian berdua menjebak kami “

“ Haha. Kita ketauan deh “ kata Diox dengan sedikit tertawa yang menjengkelkan.

“ Sudahlah “ kata Ratsu sambil tersenyum dan mengelus pipinya.

“ Jangan sentuh brengsek “

“ Huuu galaknya “ kata Ratsu mengejek sambil melakban mulutnya. “ Sudahlah wanita bodoh kamu diam saja jangan banyak bicara “ Ryn pun hanya diam saja sampai satu jam dia disana dan saat yang menjaganya hanya Uruha dan Leda dia memutuskan tali ikatan tangannya menggunakan pisau yang dia selipkan di saku belakangnya dan berhasil dan saat Uruha dan Leda berpaling Ryn langsung mengambil Pistol yang dia selipkan dalam sepatunya dengan tinggi sampai pertengahan betis dan langsung menembakannya ke arah punggung Leda sedangkan Uruha mendengar suara berisik di arah Ryn dia langsung menghindar alhasil mengenai telapak tangan kanannya. Ryn langsung kabur dengan taksi yang sedang lewat di depan gang dan langsung kerumah Ichi karna motornya sudah pasti ditahan mereka.

~ ~ ~ ~ ~

[ Apartemen Heresy ]

Markas Vorx ..

“ Mulai saat ini kalian tidak boleh meragukan kehebatan lawan. Kalaian harus sering latihan dalam bertarung untuk tugas selanjutnya yang lebih berat “ kata Aoi selaku pemimpin.

“ Siap “ sahut bebarengan anak buahnya
Vorx adalah pasukan buronan NEDD sama seperti BUZZ. Aoi selaku pemimpin dia mengajarkan berbagai macam cara bertarung kepada anak buahnya dan mereka diberi perintah dalam setiap pertempuran jangan harap akan ada yang menolong karna anggota Vorx dilatih untuk bekerjasama bukan persahabatan.
Didalah kediaman ..

“ Bos, Miyavi sudah datang bersama rekannya “ kata Kaede.

“ Suruh dia masuk “

“ Sudah lama tidak berjumpa “ kata Miyavi dan langsung memeluk Aoi.

“ Oya, dia siapa? “

“  Perkenalkan aku Kokoro “ sambil membungkukan badan. “ Lalu yang mana namanya Tora? “

“ Itu yang sedang duduk dan menatap note-book “ kata Aoi. “ Tor beri salam pada rekanmu “ Tora hanya melambaikan tangannya keudara tanpa melihatnya. Kokoro pun langsung menghampirinya tetapi Tora langsung pamit pulang.

~ ~ ~ ~ ~

Saat dijalan ..


Tora adalah salah satu anggota Vorx. Dia kepercayaan Aoi. Tetapi dia memiliki masa lalu yang kelam ketika seseorang wanita pemanah yang telah membunuh kedua adik kesayangannya didepan mata dan sekarang dia bertemu dengan orang itu dan harus bekerjasama dengannya.

 “ Brengsekk masa harus bekerjasama dengannya “ kata Tora sambil menendang kaleng dipinggir jalan.

“ Adaww. Siapa tuh “ setelah mendengar ada seseorang tora pun langsung pergi dari situ.

~ ~ ~ ~ ~

keesokan harinya ...



TBC hohoho~ ( >o< )

Tidak ada komentar: