Vocaloid

Vocaloid
Camelia

Translate

Sabtu, 21 Januari 2012

Fanfic : Vengeance part 3

Title : Vengeance part 3
Author : Rei Eruenza
Genre : Suka-suka deh

Happy reading \(^o^)/

~ ~ ~ ~ ~

Kesokan harinya ...

Anggota Vorx beserta Aoi menuju kediaman Bumby yang begitu mewah, penjagaan yang begitu ketat dengan bodyguard yang banyak. Mereka diberi tugas untuk membunuh Bumby. Mereka mengawasi rumah tersebut dari jarak 200 meter. Rumah itu jauh dari penduduk sekitarnya mungkin walaupun ribut tidak akan ada yang menyadarinya.

11.45 pm

“ Start now “ kata Kaede memberikan aba-aba.
Semuanya langsung menuju gerbang itu dan membunuh bodyguard itu dan sudah melumpuhkan setidaknya delapan orang. Akibat kecerobohan Kaoru anggota Vorx, salah satu bodyguard berhasil menembakkan pistolnya tanda kematiannya. Tora dan Kokoro langsung menyusup masuk dalam rumah itu melalui celah jendela yang berada di dapur.

“ Bakal ribut nih “ kata Kaede bersemangat.

“ Kaoru ceroboh sekali “ kata Bou yang juga anggota Vorx sambil mengeluarkan pedang samurainya. Terlihat Saga tersenyum mengejek akan samurai milik Bou dan Saga pun mengeluarkan samurainya. Anggota Vorx pun membabi buta dan tak sengaja Saga menggores tangan Bou sehingga mengeluarkan darah.

“ Maafkan aku teman “ kata Saga sedikit mengejek. Bou langsung menghindar dan dia tertangkap oleh seseorang yang ada dibelakangnya yang ternyata Shou dan Shou langsung menusuknya tepat di jantungnya dan Bou pun berteriak. Semua anggota Vorx langsung menoleh kearah suara Bou yang sudah mati terkapar di tangan Shou. Shou dan anggota BUZZ lainnya sudah berada pada posisi masing-masing untuk menyerang Vorx. Ketika Kaoru ingin menghampiri Shou dia langsung dihadang oleh Eru.

“ Jangan ganggu mereka. Lebih baik kau lawan aku “ dengan angkuh Eru berkata sambil mengambil pedang yang ada di kantung belakang roknya.

“ Dasar bocah ingusan “ kata Kaoru tak mau kalah sambil membuat kuda-kuda untuk menyerang dengan samurai di kedua tangannya.
Pertarungan pun tambah sengit. Shou yang bertarung dengan Saga. Shou bertarung dengan samurai yang dia bawa dan berhasil menusuk perut Saga dan berhasil nenusukkan pisau yang dia bawa ke tangan kanan saga. Saga yang berteriak menahan kesakitan langsung berlari kearah Shou dan mengayunkan samurainya sehingga Shou mengalami pendarahan pada bahu Kirinya akibat tidak bisa menghindar gara-gara tusukan yang dia dapat dari Saga pada kakinya. Akhirnya pertarungan-pun dimenangkan oleh Shou. Saga yang sudah terkapar tidak bernyawa langsung Shou seret ke pinggir halaman dan dia langsung mengikat bahunya supaya tidak mengeluarkan darah yang lebih banyak.

Sementara itu pertarungan KaoruxEru. Kaoru berhasil menggores pipi Eru dengan ujung samurainya sebelum Eru menghindar dan Kaoru mendapatkan hidung yang berdarah akibat tonjokan Eru beberapa kali dan peperangan dimenangi oleh Eru yang menusuknya dengan pisau lipat miliknya beberapa kali lalu dia langsung menuju Ryn yang sepertinya dia sedang kesusahan dengan dua musuh sekaligus. Eru langsung mengeluarkan Emuchinya dan langsung menembakkannya kearah anggota Vorx itu dan langsung terkapar tak bernyawa. Ryn langsung mengeluarkan Baretta ketika seseorang telah menembaknya di perut kiri dari arah samping yang ternyata Ratsu dan beberapa anggota NEDD lainnya dan langsung menembakkannya tepat di kepalanya dan Ryn langsung menghampirinya “ Game over bangsat “ dengan nada penuh kemenangan tetapi Ryn langsung terjatuh lemas.

Eru yang melihatnya langsung menghampirinya tetapi dihadang oleh Diox dan langsung menghindar ketika Diox mengayunkan samurainya sehingga emuchinya terpental jauh. Eru langsung mengambil pistol yang diselipkannya di dalam rok kanan kirinya. Perang terus terjadi dan sudah mengeluarkan banyak darah. Diox yang kakinya sudah terkena beberapa kali tembakan Eru sudah tidak bisa digerakan dan perutnya yang terasa sakit akibat tendangan Eru sedangkan Eru mendapatkan luka lebam di pipi akibat tonjokan Diox dan tusukan di tangannya yang sudah banyak mengeluarkan darah. Akhirnya Diox sudah tamat dan Eru langsung membawa Ryn pergi ketempat yang aman.


Keadaan didalam saat Tora dan Kokoro berhasil memasuki rumah. Mereka bertemu dengan Hyde dan seorang wanita cantik yang bernama Uruha dan mereka pun bertempur Tora vs Hyde dan Kokoro vs Uruha. Mereka bertempur sampai memecahkan semua isi yang ada didalam rumah itu Hyde telah kalah oleh Tora dengan menusukan pisau dan menendangnya tepat di jantungnya, mulutnya langsung memuncratkan darah dan Tora mendapatkan luka cukup serius di daerah kepada akibat lemparan guci dan tendangan Hyde yang membuat kepala Tora membentur dinding dengan keras dan darah muncrat dari mulutnya. Tora langsung mengambil pedang milik Hyde dan melemparkannya tepat di dada Uruha dan dia pun langsung terkapar. Tora menghampirinya dan mengambil baretta milik Uruha dan mengacungkannya pada wajah Kokoro yang terduduk akibat serangan Uruha.

“ Apa yang kau lakukan? Jangan bercanda “ kata Kokora kaget.

“ Apa yang kalian lakukan “ kata Aoi tiba-biba dan Kokoro langsung mengambil anak panah miliknya dan menancapkannya pada kepala Tora tapi Tora sudah menembaknya hingga Kokoro terpental. Aoi hanya terdiam saja.

“ Tora apa yang kamu lakukan? “

“ Apa yang kamu tidak ketahui tentang kami? Ha? “ kata Tora menantang.

' Apa dia sudah tau semuanya? ‘ batin Aoi.

Tora memiliki masa lalu yang suram. Semua anggota keluarganya terbunuh akibat seseorang yang menyerang dengan anak panah 10 tahun yang lalu. Dan salah seorang anggota keluarganya melindunginya sehingga anak panah yang seharusnya mengarah padanya menusuk pada kakaknya yang telah menolongnya. Hanya dialah dan adiknya yang berhasil selamat. Tora menyesali akan masa lalunya karna dia tidak bisa berbuat apa-apa sewaktu orang tuanya terbunuh.

Sebelum mereka keluar mereka sudah dihadang oleh kelompok NEDD dan mereka mencoba kabur tetapi Tora tertembak dan hanya Aoi lah yang berhasil.

Setelah Aoi berhasil lolos dan masuk kedalam hutan dia terkena lemparan anak panah yang mengenai tangannya dan dia langsung terjatuh. Tiba-tiba seseorang menghampirinya yaitu Reita dan terjadilah peperangan kembali setelah bertarung dengan mati-matian dan dimenangkan oleh Aoi.


Keadaan diluar ..


Eru yang telah membawa Ryn ke tempat yang aman.

“ Ryn .. bertahanlah “ kata Eru.

“ Ru, kamu harus hati-hati sama Mochi dia anggota NEDD “

“ Maksudnya? “

“ Waktu itu aku .. khuk “ cairan merah muncrat dari mulutnya “ aku mengikutinya dan dia bertemu dengan Ratsu dan anggota NEDD yang lainnya dan beserta Diox “

“ Jadi dari situ kamu tau Ratsu dan Diox memperdayai kita? “

“ Yap “ kata Ryn dengan senyuman “ Lalu Diox kamu tau darimana? “

“ Aku tau kalau dia anggota NEDD sejak awal aku tau saat aku dihadang oleh seseorang saat mengantarkan Ichi pulang saat party itu. Aku berhasil menusuknya di pinggang lalu, keesokan harinya aku curiga dari tatapannya dan sengaja menyenggol pinggangnya dan dia sedikit meringis “ kata Eru panjang lebar.

“ Haha kamu memang pintar “ setelah itu Yudai datang dan mengobatinya. Eru langsung berdiri dan langsung mengikatkan kain yang Yudai bawa ke tangannya yang terluka dan langsung pergi.

 “ Ru, kamu mau kemana? “ kata Ryn khawatir.
Eru berhenti dan menoleh kearah Ryn “ Aku masih ada urusan sama cowo berambut cokelat keunguan “ dan langsung pergi setelah menyiapkan dua samurai dibelakang yang dimasukan kedalam saku yang dililitkan ke pinggang, pisau lipat diselipkan di kaus kakinya, dua pistol didalam rok yang selalu dibawanya kesekolah maupun pas menjadi pelayan, dan digenggamannya sudah ada Revolver milik Yudai. Eru langsung menghampiri lelaki itu dengan tatapan membara dan lelaki itu pun langsung menghampirinya.

“ Sudah lama tidak bertemu adik “ kata lelaki itu sembari tersenyum.

“ Adik? “ Ryn langsung melongok akan ciri-ciri yang dikatakan Yune tempo hari adalah kakaknya Eru yang dianggapnya sudah meninggal.

“ Tak perlu basa-basi kau Kaede “ kata Eru sambil mengambil ancang-ancang siap menyerang.

“ Hahaha kamu tidak berubah ya, Ru. Kamu selalu tergesa-gesa seperti itu. Kalau begitu kita mulai saja “ sambil mengeluarkan samurai dia langsung menyerang Eru tetapi tidak mengenai karna Eru sempat menghindar dan Eru langsung mengambil pisau lipatnya dan mengunusnya di tangan kanan Kaede dan membuat samurainya terjatuh dan Eru langsung menembaknya dengan revolver kearah dada tetapi Kaede menghindar. Eru yang memang sudah terluka parah dengan mudah Kaede melakukan serangan terhadapnya tapi karna Eru pintar dalam strategi Kaede termakan senjatanya dan terjatuh tak bernyawa dengan samurai miliknya yang tertancap dan menembus dadanya.

Setelah berhasil mengalahkan kakaknya, Eru langsung terjatuh dan tak sadarkan diri dan langsung dibawa oleh Shou dan langsung pergi dari tempat tersebut pergi bersama Ryn dan Yudai.

Saat semua anggota mencoba melarikan diri anggota NEDD yang tersisah telah mengepungnya dan langsung menangkap anggota Vorx dan BUZZ yang tersisah. Ketika Eru, Ryn, Shou dan Yudai mencoba pergi mereka dihadang oleh Mochi yang langsung mengeluarkan tembakan beberapa kali kepada anggota BUZZ yang mencoba ingin kabur. Yudai meminta untuk semuanya untuk pergi dan dia berhadapan dengan Mochi. Pertempuran-pun kembali terjadi.

Yudai yang berhasil melempar senjata Mochi jauh darinya dan Mochi memutuskan untuk bertarung tanpan senjata dan mengakibatkan tubuh yang penuh luka lebam. Anggota NEDD lain datang untuk menangkap Yudai dan mereka berhasil menangkapnya karna Yudai sudah terkepung dengan sasaran tembakan yang mengarah ke kepalanya. Begitu juga dengan Aoi yang mencoba kabur di hutan.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah bertahun-tahun Shou, Ryn dan Eru hidup seperti biasa setelah berhasil memarikan diri. Shou langsung mengganti namanya menjadi Kaza dan pindah ke negara Hawai dan menetap disana dan sudah tak terdengar tentangnya begitu juga Yudai selaku pemimpin anggota mereka. Sedangkan Ryn dan Eru sudah tidak sekolah lagi yang memang hanya untuk penyamaran saja. Ryn dan Eru tinggal bersama di share-house di luar kota itu dan meninggalkan temannya karna mereka sudah mengetahui siapa identitas aslinya Ryn dan Eru.

Suatu ketika saat Ryn dan Eru sedang pergi ke cafe Kowloon dan diam disana beberapa menit dan tiba-tiba mendapatkan kejutan dari Diora dan Ichi yang tidak sengaja bertemu disana karna cafe itu tempat favorite mereka berempat dan Diora serta Ichi langsung bergabung dengan Ryn dan Eru tetapi disana hanya ada keheningan diantara mereka walaupun di dalam cafe itu sangat ramai tetapi mereka lebih memilih diam dalam pikiran mereka masing-masing.

“ Kalian tidak membinci kami? “ kata Ryn membuka topik.

“ Tidaklah .. Lagi pula untuk apa? “ kata Diora santai.

“ Trus kalian juga tidak takut pada kami akibat kejadian yang menggemparkan itu? “ kata Eru sambil menunduk.

“ Mmm .. awalnya kami takut. Tapikan kalian sahabat kami, mana mungkin kami membenci pada kalian “ kata Diora lanjut sambil tersenyum.

“ Oya, aku ingin berterima kasih karna telah menyelamatkanku “ kata Ichi sambil memegang tangan Eru “ Aku sudah merepotkanmu sehingga tanganmu terluka “ katanya lanjut dengan penuh penyesalan.

“ Akhh tidak juga. Prinsip aku dan Ryn sama. Walaupun kami bergabung dengan anggota itu prinsip kita adalah tidak boleh melibatkan sahabat pada masalah tersebut dan berjanji untuk melindunginya “ kata Eru panjang lebar serta disambut senyuman Ryn.

“ Oya, Kalian masih bertemu dengan Mochi? “ kata Ryn tiba-tiba.

“ Entahlah. Dia menghilang sama seperti kalian dan tidak pulang kerumah “ kata Ichi “ memang ada apa? “ lanjutnya.

“ Tidak ada apa-apa. Hanya aku saranin supaya hati-hati saja “ kata Ryn sambil tersenyum dan mendapatkan tatapan kebingungan pada wajah Diora dan Ichi tetapi Ryn maupun Eru tidak mengubrisnya lalu Eru mencairkan suasana dengan bersulang “ hahaha yasudah. Yang lalu biarkanlah berlalu sekarang kita santai-santai saja “ kata Eru sambil mengangkat gelasnya dan disambut dengan yang lainnya.

Mereka mengobrol hingga berjam-jam dan tiba-tiba saja seseorang menembakkan pistol mengarah pada Ryn dari sudut ruangan dan Eru yang melihat seseorang yang mencurigakan dan dia langsung melempar pisau yang ada dimejanya dan mendorong Ryn hingga terjatuh dari kursinya dan menyuruh semua temannya menunduk untuk menghindar. “ Maafkan aku teman “ kata Eru dan langsung mendorong Diora dan Ichi supaya menjauh dan mencari tempat persembunyian tetapi mereka masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada ketiga temannya itu.

“ Tak masalah “ jawab Ryn yang langsung membalikan badan karna jatuh terbaring dan langsung mengambil pistol di dalam roknya. Eru langsung melihat ke sekitar cafe itu dan mendapati Mochi bersama rekannya Miyavi di sudut lain.

Eru dan Ryn saling bertatapan dan tersenyum seperti senyuman menantang dan Eru langsung mengambil pistol yang diselipkan dalam rok dan langsung menyerang Mochi dan Miyavi sehingga pengunjung disana berteriak dan mencoba berlindung.


~ Owari ~

Tidak ada komentar: