Vocaloid

Vocaloid
Camelia

Translate

Sabtu, 21 Januari 2012

Fanfic : Kristal part 1

Title : Kristal part 1
Author : Rei Eruenza
Genre : Sejadinya dakh karep mu XD

Nb. Pemain seperti biasa ( Eru, Ryn, Mochi, Diora, Yune, Ichi ) dengan ditambah pemain lain seperti dari artis Jepang~

( >,)/[ Happy Reading ]\(,< )

Tersebutlah tiga orang cewek yang tinggal di satu kawasan di Tokyo yang meskipun beda asal, hobby maupun cita-cita. mereka sama-sama siswi yang bersekolah di daerah Tokyo. Kita sebut saja mereka Ryn, Diora, Ichi. Mereka sudah bersahabat sejak lama. Mereka tinggal di share-house bersama keluarganya masing-masing dengan jarak yang lumayan berjauhan satu sama lain. Mereka bertemu karna suatu benda semacam kristal yang bisa mengeluarkan kekuatan dan hanya bisa digunakan oleh orang-orang tertentu dan merekalah yang menemukannya. Tetapi, ada masalah lagi benda itu bisa mengeluarkan kekuatan yang sangat dahyat bila mereka sudah menemukan kristal satunya lagi yang mereka ketahui dari seorang kakek tua yang tak sengaja bertemu dan langsung menghilang.

“ Ichiiiii ... banguuunnn. Mau sampai kapan kamu tidur “ kata seseorang setengah baya sambil mengguncangkan tubuh Ichi dialah mamahnya sendiri.

“ Tar dulu napa, lagi enak mimpi juga “ kata Ichi sambil membenamkan mukanya dengan bantal.

“ Buruan banguuunnn. Katanya minta mamah bangunin. Emangnya kamu gak jadi pergi ke acara bakti sosialnya? “ kata mamahnya yang membuatnya sadar dan langsung pergi menuju kamar mandi. Setelah siap-siap Ichi langsung pamit dan berpesan mungkin akan pulang besok karna lokasinya yang lumayan jauh.

[ Sekolah ]

Brruuggkkk ..

“ Kalau jalan liat-liat dong “ kata seseorang dengan juteknya.

“ Yee. Nyantai aja kali gak usah pake urat “ kata Ichi yang terpancing emosinya. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.

“ Pagii Ichi .. Pagii Eru .. “ kata Satoshi sambil merangkul pundak Ichi dan wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Siapa sih dia? Jutek banget “

“ Dia? Dia Erunda yang biasa dipanggil Eru itu loh “

“ Ko kayanya aku baru liat dia deh “

“ Kan dia bukan sekolah disini. Dia dari sekolah Vamps yang mau membantu acara bakti sosial ini “

“ Bagus deh bukan dari sekolah ini “

“ Ekhh tapi denger-denger dia mau pindah ke sekolah kita minggu depan loh “

“ Yang bener? Bisa ribut mulu nih kalau gini caranya “

“ Yaaa gak tau juga. Dia orangnya baik ko. Kamu pasti bisa menerimanya bahkan bersahabat dengannya. Aku yakin itu “

“ Kita liat nanti aja deh “ kata Ichi langsung pergi menuju ruang panitia untuk membantu mengangkut peralatan-peralatan yang akan dibawa ke lokasi.

Sementara itu, setelah Ichi membantu membereskan persiapannya dia di telephone oleh Ryn untuk berkumpul di ruang redaksi yang juga sudah ada Diora disana.

“ Nanti kalau kita sudah sampai disana kita tetap harus mencari siapa pasangan kita satu lagi “ kata Ryn membuka topik.

“ Iya tau tapi gimana caranya? Masa kita harus vulgar menanyakannya satu-satu gak mungkin dong? “ kata Diora.

“ Yaa gak gitu juga say “ kata Ichi.

“ Mmm .. aku masih gak tau gimana caranya tapi nanti kita tetap harus bersama ok? “ kata Ryn.

“ Siipp “ kata Ichi dan Diora bebarengan.

~ ~ ~ ~ ~

Sesampainya mereka disana mereka dibagi dengan 2 kelompok. Kelompok pertama di post A yang terdiri dari Kai, Nao, Gackt, Yoshi dan Miku sedangkan kelompok kedua di post B yang jaraknya lumayan berjauhan terdiri dari Ichi, Ryn, Diora, Mou dan Eru.

Mereka menjalankan tugas dengan hati gembira dan Ichi sudah bisa berbaur dengan Eru walaupun Eru masih terlihat jutek padanya. Acara bakti sosial hari ini pun berjalan lancar tanpa kendala dan pada saat semua panitia acara tersebut termasuk Ichi dkk ingin ketempat penginapan Mou terdiam di depan sebuah gedung megah namun sepertinya sudah lama di tutup. Tanpa ada yang sadar Mou memasuki kedalam gedung itu yang sepertinya tak sadarkan diri.

Malampun larut tanpa bintang karna cuaca yang lumayan mendung saat ini. Tiba-tiba seseorang sibuk mondar-mandir yang sepertinya mencari seseorang.

“ Ada apa Yos? “ kata Diora heran akan sikapnya.

“ Akhh ini Mou kemana ya? Aku dari tadi tidak melihatnya sesampainya kita di sini. Aku telephone juga tidak diangkat “ kata Yoshi cemas.

“ Ayo kita cari diluar “ usul Diora dan mereka pun semuanya mencarinya sampai ketempat post tadi tetapi hasilnya nihil.

Ketika semuanya sibuk mencari dimana Mou berada, Eru yang sedang berjalan di depan gedung yang sudah di tutup itu mendengar seseorang berteriak dan memutuskan untuk mencari tau siapa orang itu yang bersumber dari dalam gedung itu. Setelah Eru mencarinya di dalam gedung hanya dengan penerangan senter yang dibawanya dia menemukan seseorang yang dia kenal yang ternyata  Mou tanpa aba-aba Eru-pun langsung menghampirinya dan langkahnya terhenti ketika gadis itu menatap tajam kearahnya. Lalu terdengar beberapa langkah kaki dari arahnya masuk yang ternyata Ryn, Ichi dan Diora. Mereka menghampiri gedung itu karna mengetahui ada sinyal bahaya di dalam gedung itu yang mereka ketahui dari kristal yang mereka miliki.

“ Ini pasti ulah Mantedor “ kata Ryn yakin.

Mantedor adalah penyihir terkejam yang dapat merasuki jiwa para manusia yang lemah dan dia bisa membuat orang yang dirasukinya itu menjadi rusak jiwanya dan menjadi pengikunya.

“ Sudah pasti “ kata Ichi mantap.

“ Eru kamu tidak apa-apa? “ kata Ryn.

“ Akhh tidak. Aku hanya bingung dengannya “ kata Eru sambil menunjuk kearah Mou.

“ Kamu tidak usah khawatir “ kata Ryn “ kita lakukan sekarang “ kata Ryn memberi aba-aba.

“ Lakukan apa? “ kata Eru heran dan dengan sekejap mata Ichi, Diora dan Ryn langsung berubah seperti penyihir setelah mereka mengusap sebuah benda seperti kristal sambil mengucapkan sesuatu.

“ Ekhh kalian .. “ belum sempat Eru menyelesaikan ucapannya dinding belakangnya yang merupakan sebagian besar kaca di bagian atasnya pecah tiba-tiba dan menghujani tubuh mereka semua yang ada disana dan ditambah debu yang sangat banyak di dalam gedung itu sehingga pandangan pun menjadi tidak jelas.

“ Kamu .. “ kata Ichi melongok melihat perubahan pada tubuh Eru setelah membersihkan matanya dari debu.

“ Ekhh? “ kata Eru bingung dengan keadaannya.

“ Apa ini benar? Akhirnya kami menemukanmu “ kata Diora langsung memeluk Eru yang hanya diam saja tak mengerti sama apa yang telah terjadi. Sepertinya hanya Ryn-lah yang mengerti akan ekspresi Eru itu dan menjelaskannya bahwa dia sama dengannya dan yang lain. Akhirnya Eru-pun mengerti. Sekarang semua kristal itu sudah berkumpul menjadi satu.

Perubahan itu-pun terjadi. Ichi yang menggunakan pakaian mini dress tanpa lengan serba hitam dengan jubah dan tongkat dengan kristal segi lima dengan sayap di sekelilingnya. Diora yang menggunakan pakaian long dress berlengan panjang serba nila dengan anak panah. Ryn yang menggunakan pakaian serba biru dengan lilitan tali putih di bagian kakinya dengan jubah putih dan tongkat dengan kristal bulat biru. Sedangkan Eru yang menggunakan pakaian orange dengan jubah bewarna hitam dengan dengan sebuah pisau.

Mereka langsung menyerang Mantedor itu setelah mahluk itu berhasil dikeluarkan oleh mantra yang dibacakan oleh Ichi dengan tongkat sihirnya. Diora langsung memanahnya dan langsung menggigit tangannya agar darahnya keluar dan dia langsung menuliskan sebuah mantra pengikat di lantai dan dibantu oleh Ryn dengan tongkat bola kristalnya. Tetapi sepertinya usaha mereka sia-sia Mantedor masih bisa bergerak dan menyerang mereka balik. Sedangkan Eru hanya terdiam. Dia tidak tau harus berbuat apa walaupun temannya memanggilnya terus.

Akhirnya dia memejamkan matanya dan berusaha berkonsentrasi dan dia mendengar suara teriakan itu kembali dan tanpa sadar dia mengacungkan pedangnya dan membuka matanya sambil mengucapkan sebuah matra. Ichi, Ryn, dan Diora berhasil mengikat Mantedor kembali dan langsung membuat pola lingkaran dengan Mantedor ditengahnya dan langsung mengikuti Eru dengan membaca mantra yang diucapkan Eru secara bebarengan sambil menempelkan telapak tangan kanan ke tanah. Lalu Eru langsung menggigit tangannya sehingga darah keluar dan dipolesnya pisau itu dengan darah lalu dia berjalan mendekati Mantedor yang sepertinya sudah tidak bisa bergerak sama sekali dan Eru langsung menusuknya tepat di jantung. Mantedor langsung terbakar dan Eru-pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Beberapa hari kemudian ..

“ Apa kamu sudah siuman? “ tanya Diora.

“ Mmm .. Apa yang terjadi? “ tanya Eru balik.

“ Kamu tidak sadarkan diri sehabis mengalahkan Mantedor “ kata Ichi sumringah.

“ Mantedor apa? Kapan? Aku tidak ingat “ kata Eru yang membuat semuanya menoleh kearahnya.

“ Bagaimana mungkin? “ tanya Ichi balik.

“ Entahlah. Aku hanya ingat aku dan kalian berubah seperti orang mau cosplay, selebihnya aku terbangun disini “ kata Eru menjelaskan.

“ Sepertinya maksud kekuatan dahsyat itu terdapat di kamu. Soalnya setelah kamu hadir kemarin kami berhasil mengalahkan Mantedor dengan mudah “ kata Ryn kepada teman-temannya.

“ Sepertinya. Kemarin aku juga lihat ekspresimu sangat aneh waktu menusukkan pisau itu ke Mantedor “ kata Diora menjelaskan.

“ Lha yang bener, jangan bercanda? Aku kemarin hanya mendengar seseorang berteriak saja di dalam gedung dan mencari sumber suara itu lalu aku berubah seperti yang aku ucapkan tadi, lalu tidak ingat apa-apa lagi “ kata Eru tak percaya.

“ Teriakan? “ kata Diora heran dan Eru hanya menjawab dengan anggukan.

“ Sepertinya kekuatan dahsyat itu sangat hebat ya. Hanya kamu loh yang bisa mendengarnya, kami hanya mengandalkan kristal jika ada bahaya bahkan kamu dapat berubah tanpa menyentuhnya dan membaca mantra “ kata Ichi kagum.

“ Kristal? Mmm .. Ini maksudnya? “ kata Eru sambil menunjukan sebuah benda kecil membentuk sebuah cincin kepada mereka semua.

“ Yap. Sama seperti kami hanya aku membentuk sebuah anting, Ryn Kalung dan Diora gelang “ kata Ichi dan sambil menunjukan kristalnya dan diikuti Ryn dan Diora.

“ Tapi kamu harus mengendalikan kekuatanmu supaya kamu tidak dikendalikan oleh kristal itu. Kalau tidak kamu bisa tidak sadarkan diri bahkan lebih lama dari ini seperti yang perna kita alami dulu“ kata Ryn. “ tapi kamu tidak perlu khawatir lagi. Mantedor sudah berhasil kita bunuh dan kehidupan kamu dan kita semua akan berjalan seperti biasa “ kata Ryn lanjut disambung dengan anggukan Ichi dan Diora.

“ Akhh sukur deh “ kata Eru lega.

“ Kami sangat berterima kasih padamu Ru. Karna kamu berhasil memusnahkannya. Kalau saja tidak ada kamu pasti kami sudah kewalahan seperti biasanya hahaha “ kata Diora ngerocos.

“ Iya. Terimah kasih Ru “ kata Ichi sambil menjabat tangan Eru.

“ Yasudah. Yang penting kita semua sudah berhasil “ kata Eru sambil tersenyum.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah bertahun-tahun mereka berempat menjalani kehidupan normal. Ichi yang melanjutkan kuliahnya di daerah Koriyama memutuskan untuk tinggak di share-house karna jarak Tokyo dengan Koriyama lumayan jauh dan membutuhkan banyak waktu. Diora dan Ryn melanjutkan kuliahnya tetap di daerah Tokyo dan mereka membuka usaha kecil-kecilan sedangkan Eru dia pulang ke rumah orang tuanya di daerah Sapporo dan berkuliah disana.

Tanpa ada yang mengetahuinya Mantedor yang diketahui keempat anak itu sudah musnah ternyata dapat hidup kembali karna seseorang dan Mantedor dengan bebas berkeliaran di seluruh Jepang.

~ TBC ~

Tidak ada komentar: