Vocaloid

Vocaloid
Camelia

Translate

Jumat, 27 Januari 2012

NEWS : L'Arc~en~Ciel WORLD TOUR 2012 IN INDONESIA


Organisers have set the ticket prices as follows:

VIP Packages*    : Rp. 1,200,000
Premium Festival  : Rp. 850,000
Regular Festival    : Rp. 500,000

* VIP Packages will have additional privileges including:
- 1 Premium Festival ticket
- Early entry
- Original souvenir merchandise item
- Souvenir ticket
Public ticket sales will start on Saturday, 28th January 2012, at 10:00 AM WIB.
Bookings online at: www.rajakarcis.com  or by calling: 021-8282137
Bookings online at: www.tiket.com or by calling: 021-70206888 (starts on Tuesday, January 31th 2012)
please cek this~ :D
http://www.marygops.com/events/future-events/25-larc.html
 
 

Sabtu, 21 Januari 2012

Fanfic : Kristal part 1

Title : Kristal part 1
Author : Rei Eruenza
Genre : Sejadinya dakh karep mu XD

Nb. Pemain seperti biasa ( Eru, Ryn, Mochi, Diora, Yune, Ichi ) dengan ditambah pemain lain seperti dari artis Jepang~

( >,)/[ Happy Reading ]\(,< )

Tersebutlah tiga orang cewek yang tinggal di satu kawasan di Tokyo yang meskipun beda asal, hobby maupun cita-cita. mereka sama-sama siswi yang bersekolah di daerah Tokyo. Kita sebut saja mereka Ryn, Diora, Ichi. Mereka sudah bersahabat sejak lama. Mereka tinggal di share-house bersama keluarganya masing-masing dengan jarak yang lumayan berjauhan satu sama lain. Mereka bertemu karna suatu benda semacam kristal yang bisa mengeluarkan kekuatan dan hanya bisa digunakan oleh orang-orang tertentu dan merekalah yang menemukannya. Tetapi, ada masalah lagi benda itu bisa mengeluarkan kekuatan yang sangat dahyat bila mereka sudah menemukan kristal satunya lagi yang mereka ketahui dari seorang kakek tua yang tak sengaja bertemu dan langsung menghilang.

“ Ichiiiii ... banguuunnn. Mau sampai kapan kamu tidur “ kata seseorang setengah baya sambil mengguncangkan tubuh Ichi dialah mamahnya sendiri.

“ Tar dulu napa, lagi enak mimpi juga “ kata Ichi sambil membenamkan mukanya dengan bantal.

“ Buruan banguuunnn. Katanya minta mamah bangunin. Emangnya kamu gak jadi pergi ke acara bakti sosialnya? “ kata mamahnya yang membuatnya sadar dan langsung pergi menuju kamar mandi. Setelah siap-siap Ichi langsung pamit dan berpesan mungkin akan pulang besok karna lokasinya yang lumayan jauh.

[ Sekolah ]

Brruuggkkk ..

“ Kalau jalan liat-liat dong “ kata seseorang dengan juteknya.

“ Yee. Nyantai aja kali gak usah pake urat “ kata Ichi yang terpancing emosinya. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.

“ Pagii Ichi .. Pagii Eru .. “ kata Satoshi sambil merangkul pundak Ichi dan wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Siapa sih dia? Jutek banget “

“ Dia? Dia Erunda yang biasa dipanggil Eru itu loh “

“ Ko kayanya aku baru liat dia deh “

“ Kan dia bukan sekolah disini. Dia dari sekolah Vamps yang mau membantu acara bakti sosial ini “

“ Bagus deh bukan dari sekolah ini “

“ Ekhh tapi denger-denger dia mau pindah ke sekolah kita minggu depan loh “

“ Yang bener? Bisa ribut mulu nih kalau gini caranya “

“ Yaaa gak tau juga. Dia orangnya baik ko. Kamu pasti bisa menerimanya bahkan bersahabat dengannya. Aku yakin itu “

“ Kita liat nanti aja deh “ kata Ichi langsung pergi menuju ruang panitia untuk membantu mengangkut peralatan-peralatan yang akan dibawa ke lokasi.

Sementara itu, setelah Ichi membantu membereskan persiapannya dia di telephone oleh Ryn untuk berkumpul di ruang redaksi yang juga sudah ada Diora disana.

“ Nanti kalau kita sudah sampai disana kita tetap harus mencari siapa pasangan kita satu lagi “ kata Ryn membuka topik.

“ Iya tau tapi gimana caranya? Masa kita harus vulgar menanyakannya satu-satu gak mungkin dong? “ kata Diora.

“ Yaa gak gitu juga say “ kata Ichi.

“ Mmm .. aku masih gak tau gimana caranya tapi nanti kita tetap harus bersama ok? “ kata Ryn.

“ Siipp “ kata Ichi dan Diora bebarengan.

~ ~ ~ ~ ~

Sesampainya mereka disana mereka dibagi dengan 2 kelompok. Kelompok pertama di post A yang terdiri dari Kai, Nao, Gackt, Yoshi dan Miku sedangkan kelompok kedua di post B yang jaraknya lumayan berjauhan terdiri dari Ichi, Ryn, Diora, Mou dan Eru.

Mereka menjalankan tugas dengan hati gembira dan Ichi sudah bisa berbaur dengan Eru walaupun Eru masih terlihat jutek padanya. Acara bakti sosial hari ini pun berjalan lancar tanpa kendala dan pada saat semua panitia acara tersebut termasuk Ichi dkk ingin ketempat penginapan Mou terdiam di depan sebuah gedung megah namun sepertinya sudah lama di tutup. Tanpa ada yang sadar Mou memasuki kedalam gedung itu yang sepertinya tak sadarkan diri.

Malampun larut tanpa bintang karna cuaca yang lumayan mendung saat ini. Tiba-tiba seseorang sibuk mondar-mandir yang sepertinya mencari seseorang.

“ Ada apa Yos? “ kata Diora heran akan sikapnya.

“ Akhh ini Mou kemana ya? Aku dari tadi tidak melihatnya sesampainya kita di sini. Aku telephone juga tidak diangkat “ kata Yoshi cemas.

“ Ayo kita cari diluar “ usul Diora dan mereka pun semuanya mencarinya sampai ketempat post tadi tetapi hasilnya nihil.

Ketika semuanya sibuk mencari dimana Mou berada, Eru yang sedang berjalan di depan gedung yang sudah di tutup itu mendengar seseorang berteriak dan memutuskan untuk mencari tau siapa orang itu yang bersumber dari dalam gedung itu. Setelah Eru mencarinya di dalam gedung hanya dengan penerangan senter yang dibawanya dia menemukan seseorang yang dia kenal yang ternyata  Mou tanpa aba-aba Eru-pun langsung menghampirinya dan langkahnya terhenti ketika gadis itu menatap tajam kearahnya. Lalu terdengar beberapa langkah kaki dari arahnya masuk yang ternyata Ryn, Ichi dan Diora. Mereka menghampiri gedung itu karna mengetahui ada sinyal bahaya di dalam gedung itu yang mereka ketahui dari kristal yang mereka miliki.

“ Ini pasti ulah Mantedor “ kata Ryn yakin.

Mantedor adalah penyihir terkejam yang dapat merasuki jiwa para manusia yang lemah dan dia bisa membuat orang yang dirasukinya itu menjadi rusak jiwanya dan menjadi pengikunya.

“ Sudah pasti “ kata Ichi mantap.

“ Eru kamu tidak apa-apa? “ kata Ryn.

“ Akhh tidak. Aku hanya bingung dengannya “ kata Eru sambil menunjuk kearah Mou.

“ Kamu tidak usah khawatir “ kata Ryn “ kita lakukan sekarang “ kata Ryn memberi aba-aba.

“ Lakukan apa? “ kata Eru heran dan dengan sekejap mata Ichi, Diora dan Ryn langsung berubah seperti penyihir setelah mereka mengusap sebuah benda seperti kristal sambil mengucapkan sesuatu.

“ Ekhh kalian .. “ belum sempat Eru menyelesaikan ucapannya dinding belakangnya yang merupakan sebagian besar kaca di bagian atasnya pecah tiba-tiba dan menghujani tubuh mereka semua yang ada disana dan ditambah debu yang sangat banyak di dalam gedung itu sehingga pandangan pun menjadi tidak jelas.

“ Kamu .. “ kata Ichi melongok melihat perubahan pada tubuh Eru setelah membersihkan matanya dari debu.

“ Ekhh? “ kata Eru bingung dengan keadaannya.

“ Apa ini benar? Akhirnya kami menemukanmu “ kata Diora langsung memeluk Eru yang hanya diam saja tak mengerti sama apa yang telah terjadi. Sepertinya hanya Ryn-lah yang mengerti akan ekspresi Eru itu dan menjelaskannya bahwa dia sama dengannya dan yang lain. Akhirnya Eru-pun mengerti. Sekarang semua kristal itu sudah berkumpul menjadi satu.

Perubahan itu-pun terjadi. Ichi yang menggunakan pakaian mini dress tanpa lengan serba hitam dengan jubah dan tongkat dengan kristal segi lima dengan sayap di sekelilingnya. Diora yang menggunakan pakaian long dress berlengan panjang serba nila dengan anak panah. Ryn yang menggunakan pakaian serba biru dengan lilitan tali putih di bagian kakinya dengan jubah putih dan tongkat dengan kristal bulat biru. Sedangkan Eru yang menggunakan pakaian orange dengan jubah bewarna hitam dengan dengan sebuah pisau.

Mereka langsung menyerang Mantedor itu setelah mahluk itu berhasil dikeluarkan oleh mantra yang dibacakan oleh Ichi dengan tongkat sihirnya. Diora langsung memanahnya dan langsung menggigit tangannya agar darahnya keluar dan dia langsung menuliskan sebuah mantra pengikat di lantai dan dibantu oleh Ryn dengan tongkat bola kristalnya. Tetapi sepertinya usaha mereka sia-sia Mantedor masih bisa bergerak dan menyerang mereka balik. Sedangkan Eru hanya terdiam. Dia tidak tau harus berbuat apa walaupun temannya memanggilnya terus.

Akhirnya dia memejamkan matanya dan berusaha berkonsentrasi dan dia mendengar suara teriakan itu kembali dan tanpa sadar dia mengacungkan pedangnya dan membuka matanya sambil mengucapkan sebuah matra. Ichi, Ryn, dan Diora berhasil mengikat Mantedor kembali dan langsung membuat pola lingkaran dengan Mantedor ditengahnya dan langsung mengikuti Eru dengan membaca mantra yang diucapkan Eru secara bebarengan sambil menempelkan telapak tangan kanan ke tanah. Lalu Eru langsung menggigit tangannya sehingga darah keluar dan dipolesnya pisau itu dengan darah lalu dia berjalan mendekati Mantedor yang sepertinya sudah tidak bisa bergerak sama sekali dan Eru langsung menusuknya tepat di jantung. Mantedor langsung terbakar dan Eru-pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Beberapa hari kemudian ..

“ Apa kamu sudah siuman? “ tanya Diora.

“ Mmm .. Apa yang terjadi? “ tanya Eru balik.

“ Kamu tidak sadarkan diri sehabis mengalahkan Mantedor “ kata Ichi sumringah.

“ Mantedor apa? Kapan? Aku tidak ingat “ kata Eru yang membuat semuanya menoleh kearahnya.

“ Bagaimana mungkin? “ tanya Ichi balik.

“ Entahlah. Aku hanya ingat aku dan kalian berubah seperti orang mau cosplay, selebihnya aku terbangun disini “ kata Eru menjelaskan.

“ Sepertinya maksud kekuatan dahsyat itu terdapat di kamu. Soalnya setelah kamu hadir kemarin kami berhasil mengalahkan Mantedor dengan mudah “ kata Ryn kepada teman-temannya.

“ Sepertinya. Kemarin aku juga lihat ekspresimu sangat aneh waktu menusukkan pisau itu ke Mantedor “ kata Diora menjelaskan.

“ Lha yang bener, jangan bercanda? Aku kemarin hanya mendengar seseorang berteriak saja di dalam gedung dan mencari sumber suara itu lalu aku berubah seperti yang aku ucapkan tadi, lalu tidak ingat apa-apa lagi “ kata Eru tak percaya.

“ Teriakan? “ kata Diora heran dan Eru hanya menjawab dengan anggukan.

“ Sepertinya kekuatan dahsyat itu sangat hebat ya. Hanya kamu loh yang bisa mendengarnya, kami hanya mengandalkan kristal jika ada bahaya bahkan kamu dapat berubah tanpa menyentuhnya dan membaca mantra “ kata Ichi kagum.

“ Kristal? Mmm .. Ini maksudnya? “ kata Eru sambil menunjukan sebuah benda kecil membentuk sebuah cincin kepada mereka semua.

“ Yap. Sama seperti kami hanya aku membentuk sebuah anting, Ryn Kalung dan Diora gelang “ kata Ichi dan sambil menunjukan kristalnya dan diikuti Ryn dan Diora.

“ Tapi kamu harus mengendalikan kekuatanmu supaya kamu tidak dikendalikan oleh kristal itu. Kalau tidak kamu bisa tidak sadarkan diri bahkan lebih lama dari ini seperti yang perna kita alami dulu“ kata Ryn. “ tapi kamu tidak perlu khawatir lagi. Mantedor sudah berhasil kita bunuh dan kehidupan kamu dan kita semua akan berjalan seperti biasa “ kata Ryn lanjut disambung dengan anggukan Ichi dan Diora.

“ Akhh sukur deh “ kata Eru lega.

“ Kami sangat berterima kasih padamu Ru. Karna kamu berhasil memusnahkannya. Kalau saja tidak ada kamu pasti kami sudah kewalahan seperti biasanya hahaha “ kata Diora ngerocos.

“ Iya. Terimah kasih Ru “ kata Ichi sambil menjabat tangan Eru.

“ Yasudah. Yang penting kita semua sudah berhasil “ kata Eru sambil tersenyum.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah bertahun-tahun mereka berempat menjalani kehidupan normal. Ichi yang melanjutkan kuliahnya di daerah Koriyama memutuskan untuk tinggak di share-house karna jarak Tokyo dengan Koriyama lumayan jauh dan membutuhkan banyak waktu. Diora dan Ryn melanjutkan kuliahnya tetap di daerah Tokyo dan mereka membuka usaha kecil-kecilan sedangkan Eru dia pulang ke rumah orang tuanya di daerah Sapporo dan berkuliah disana.

Tanpa ada yang mengetahuinya Mantedor yang diketahui keempat anak itu sudah musnah ternyata dapat hidup kembali karna seseorang dan Mantedor dengan bebas berkeliaran di seluruh Jepang.

~ TBC ~

Fanfic : Vengeance part 3

Title : Vengeance part 3
Author : Rei Eruenza
Genre : Suka-suka deh

Happy reading \(^o^)/

~ ~ ~ ~ ~

Kesokan harinya ...

Anggota Vorx beserta Aoi menuju kediaman Bumby yang begitu mewah, penjagaan yang begitu ketat dengan bodyguard yang banyak. Mereka diberi tugas untuk membunuh Bumby. Mereka mengawasi rumah tersebut dari jarak 200 meter. Rumah itu jauh dari penduduk sekitarnya mungkin walaupun ribut tidak akan ada yang menyadarinya.

11.45 pm

“ Start now “ kata Kaede memberikan aba-aba.
Semuanya langsung menuju gerbang itu dan membunuh bodyguard itu dan sudah melumpuhkan setidaknya delapan orang. Akibat kecerobohan Kaoru anggota Vorx, salah satu bodyguard berhasil menembakkan pistolnya tanda kematiannya. Tora dan Kokoro langsung menyusup masuk dalam rumah itu melalui celah jendela yang berada di dapur.

“ Bakal ribut nih “ kata Kaede bersemangat.

“ Kaoru ceroboh sekali “ kata Bou yang juga anggota Vorx sambil mengeluarkan pedang samurainya. Terlihat Saga tersenyum mengejek akan samurai milik Bou dan Saga pun mengeluarkan samurainya. Anggota Vorx pun membabi buta dan tak sengaja Saga menggores tangan Bou sehingga mengeluarkan darah.

“ Maafkan aku teman “ kata Saga sedikit mengejek. Bou langsung menghindar dan dia tertangkap oleh seseorang yang ada dibelakangnya yang ternyata Shou dan Shou langsung menusuknya tepat di jantungnya dan Bou pun berteriak. Semua anggota Vorx langsung menoleh kearah suara Bou yang sudah mati terkapar di tangan Shou. Shou dan anggota BUZZ lainnya sudah berada pada posisi masing-masing untuk menyerang Vorx. Ketika Kaoru ingin menghampiri Shou dia langsung dihadang oleh Eru.

“ Jangan ganggu mereka. Lebih baik kau lawan aku “ dengan angkuh Eru berkata sambil mengambil pedang yang ada di kantung belakang roknya.

“ Dasar bocah ingusan “ kata Kaoru tak mau kalah sambil membuat kuda-kuda untuk menyerang dengan samurai di kedua tangannya.
Pertarungan pun tambah sengit. Shou yang bertarung dengan Saga. Shou bertarung dengan samurai yang dia bawa dan berhasil menusuk perut Saga dan berhasil nenusukkan pisau yang dia bawa ke tangan kanan saga. Saga yang berteriak menahan kesakitan langsung berlari kearah Shou dan mengayunkan samurainya sehingga Shou mengalami pendarahan pada bahu Kirinya akibat tidak bisa menghindar gara-gara tusukan yang dia dapat dari Saga pada kakinya. Akhirnya pertarungan-pun dimenangkan oleh Shou. Saga yang sudah terkapar tidak bernyawa langsung Shou seret ke pinggir halaman dan dia langsung mengikat bahunya supaya tidak mengeluarkan darah yang lebih banyak.

Sementara itu pertarungan KaoruxEru. Kaoru berhasil menggores pipi Eru dengan ujung samurainya sebelum Eru menghindar dan Kaoru mendapatkan hidung yang berdarah akibat tonjokan Eru beberapa kali dan peperangan dimenangi oleh Eru yang menusuknya dengan pisau lipat miliknya beberapa kali lalu dia langsung menuju Ryn yang sepertinya dia sedang kesusahan dengan dua musuh sekaligus. Eru langsung mengeluarkan Emuchinya dan langsung menembakkannya kearah anggota Vorx itu dan langsung terkapar tak bernyawa. Ryn langsung mengeluarkan Baretta ketika seseorang telah menembaknya di perut kiri dari arah samping yang ternyata Ratsu dan beberapa anggota NEDD lainnya dan langsung menembakkannya tepat di kepalanya dan Ryn langsung menghampirinya “ Game over bangsat “ dengan nada penuh kemenangan tetapi Ryn langsung terjatuh lemas.

Eru yang melihatnya langsung menghampirinya tetapi dihadang oleh Diox dan langsung menghindar ketika Diox mengayunkan samurainya sehingga emuchinya terpental jauh. Eru langsung mengambil pistol yang diselipkannya di dalam rok kanan kirinya. Perang terus terjadi dan sudah mengeluarkan banyak darah. Diox yang kakinya sudah terkena beberapa kali tembakan Eru sudah tidak bisa digerakan dan perutnya yang terasa sakit akibat tendangan Eru sedangkan Eru mendapatkan luka lebam di pipi akibat tonjokan Diox dan tusukan di tangannya yang sudah banyak mengeluarkan darah. Akhirnya Diox sudah tamat dan Eru langsung membawa Ryn pergi ketempat yang aman.


Keadaan didalam saat Tora dan Kokoro berhasil memasuki rumah. Mereka bertemu dengan Hyde dan seorang wanita cantik yang bernama Uruha dan mereka pun bertempur Tora vs Hyde dan Kokoro vs Uruha. Mereka bertempur sampai memecahkan semua isi yang ada didalam rumah itu Hyde telah kalah oleh Tora dengan menusukan pisau dan menendangnya tepat di jantungnya, mulutnya langsung memuncratkan darah dan Tora mendapatkan luka cukup serius di daerah kepada akibat lemparan guci dan tendangan Hyde yang membuat kepala Tora membentur dinding dengan keras dan darah muncrat dari mulutnya. Tora langsung mengambil pedang milik Hyde dan melemparkannya tepat di dada Uruha dan dia pun langsung terkapar. Tora menghampirinya dan mengambil baretta milik Uruha dan mengacungkannya pada wajah Kokoro yang terduduk akibat serangan Uruha.

“ Apa yang kau lakukan? Jangan bercanda “ kata Kokora kaget.

“ Apa yang kalian lakukan “ kata Aoi tiba-biba dan Kokoro langsung mengambil anak panah miliknya dan menancapkannya pada kepala Tora tapi Tora sudah menembaknya hingga Kokoro terpental. Aoi hanya terdiam saja.

“ Tora apa yang kamu lakukan? “

“ Apa yang kamu tidak ketahui tentang kami? Ha? “ kata Tora menantang.

' Apa dia sudah tau semuanya? ‘ batin Aoi.

Tora memiliki masa lalu yang suram. Semua anggota keluarganya terbunuh akibat seseorang yang menyerang dengan anak panah 10 tahun yang lalu. Dan salah seorang anggota keluarganya melindunginya sehingga anak panah yang seharusnya mengarah padanya menusuk pada kakaknya yang telah menolongnya. Hanya dialah dan adiknya yang berhasil selamat. Tora menyesali akan masa lalunya karna dia tidak bisa berbuat apa-apa sewaktu orang tuanya terbunuh.

Sebelum mereka keluar mereka sudah dihadang oleh kelompok NEDD dan mereka mencoba kabur tetapi Tora tertembak dan hanya Aoi lah yang berhasil.

Setelah Aoi berhasil lolos dan masuk kedalam hutan dia terkena lemparan anak panah yang mengenai tangannya dan dia langsung terjatuh. Tiba-tiba seseorang menghampirinya yaitu Reita dan terjadilah peperangan kembali setelah bertarung dengan mati-matian dan dimenangkan oleh Aoi.


Keadaan diluar ..


Eru yang telah membawa Ryn ke tempat yang aman.

“ Ryn .. bertahanlah “ kata Eru.

“ Ru, kamu harus hati-hati sama Mochi dia anggota NEDD “

“ Maksudnya? “

“ Waktu itu aku .. khuk “ cairan merah muncrat dari mulutnya “ aku mengikutinya dan dia bertemu dengan Ratsu dan anggota NEDD yang lainnya dan beserta Diox “

“ Jadi dari situ kamu tau Ratsu dan Diox memperdayai kita? “

“ Yap “ kata Ryn dengan senyuman “ Lalu Diox kamu tau darimana? “

“ Aku tau kalau dia anggota NEDD sejak awal aku tau saat aku dihadang oleh seseorang saat mengantarkan Ichi pulang saat party itu. Aku berhasil menusuknya di pinggang lalu, keesokan harinya aku curiga dari tatapannya dan sengaja menyenggol pinggangnya dan dia sedikit meringis “ kata Eru panjang lebar.

“ Haha kamu memang pintar “ setelah itu Yudai datang dan mengobatinya. Eru langsung berdiri dan langsung mengikatkan kain yang Yudai bawa ke tangannya yang terluka dan langsung pergi.

 “ Ru, kamu mau kemana? “ kata Ryn khawatir.
Eru berhenti dan menoleh kearah Ryn “ Aku masih ada urusan sama cowo berambut cokelat keunguan “ dan langsung pergi setelah menyiapkan dua samurai dibelakang yang dimasukan kedalam saku yang dililitkan ke pinggang, pisau lipat diselipkan di kaus kakinya, dua pistol didalam rok yang selalu dibawanya kesekolah maupun pas menjadi pelayan, dan digenggamannya sudah ada Revolver milik Yudai. Eru langsung menghampiri lelaki itu dengan tatapan membara dan lelaki itu pun langsung menghampirinya.

“ Sudah lama tidak bertemu adik “ kata lelaki itu sembari tersenyum.

“ Adik? “ Ryn langsung melongok akan ciri-ciri yang dikatakan Yune tempo hari adalah kakaknya Eru yang dianggapnya sudah meninggal.

“ Tak perlu basa-basi kau Kaede “ kata Eru sambil mengambil ancang-ancang siap menyerang.

“ Hahaha kamu tidak berubah ya, Ru. Kamu selalu tergesa-gesa seperti itu. Kalau begitu kita mulai saja “ sambil mengeluarkan samurai dia langsung menyerang Eru tetapi tidak mengenai karna Eru sempat menghindar dan Eru langsung mengambil pisau lipatnya dan mengunusnya di tangan kanan Kaede dan membuat samurainya terjatuh dan Eru langsung menembaknya dengan revolver kearah dada tetapi Kaede menghindar. Eru yang memang sudah terluka parah dengan mudah Kaede melakukan serangan terhadapnya tapi karna Eru pintar dalam strategi Kaede termakan senjatanya dan terjatuh tak bernyawa dengan samurai miliknya yang tertancap dan menembus dadanya.

Setelah berhasil mengalahkan kakaknya, Eru langsung terjatuh dan tak sadarkan diri dan langsung dibawa oleh Shou dan langsung pergi dari tempat tersebut pergi bersama Ryn dan Yudai.

Saat semua anggota mencoba melarikan diri anggota NEDD yang tersisah telah mengepungnya dan langsung menangkap anggota Vorx dan BUZZ yang tersisah. Ketika Eru, Ryn, Shou dan Yudai mencoba pergi mereka dihadang oleh Mochi yang langsung mengeluarkan tembakan beberapa kali kepada anggota BUZZ yang mencoba ingin kabur. Yudai meminta untuk semuanya untuk pergi dan dia berhadapan dengan Mochi. Pertempuran-pun kembali terjadi.

Yudai yang berhasil melempar senjata Mochi jauh darinya dan Mochi memutuskan untuk bertarung tanpan senjata dan mengakibatkan tubuh yang penuh luka lebam. Anggota NEDD lain datang untuk menangkap Yudai dan mereka berhasil menangkapnya karna Yudai sudah terkepung dengan sasaran tembakan yang mengarah ke kepalanya. Begitu juga dengan Aoi yang mencoba kabur di hutan.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah bertahun-tahun Shou, Ryn dan Eru hidup seperti biasa setelah berhasil memarikan diri. Shou langsung mengganti namanya menjadi Kaza dan pindah ke negara Hawai dan menetap disana dan sudah tak terdengar tentangnya begitu juga Yudai selaku pemimpin anggota mereka. Sedangkan Ryn dan Eru sudah tidak sekolah lagi yang memang hanya untuk penyamaran saja. Ryn dan Eru tinggal bersama di share-house di luar kota itu dan meninggalkan temannya karna mereka sudah mengetahui siapa identitas aslinya Ryn dan Eru.

Suatu ketika saat Ryn dan Eru sedang pergi ke cafe Kowloon dan diam disana beberapa menit dan tiba-tiba mendapatkan kejutan dari Diora dan Ichi yang tidak sengaja bertemu disana karna cafe itu tempat favorite mereka berempat dan Diora serta Ichi langsung bergabung dengan Ryn dan Eru tetapi disana hanya ada keheningan diantara mereka walaupun di dalam cafe itu sangat ramai tetapi mereka lebih memilih diam dalam pikiran mereka masing-masing.

“ Kalian tidak membinci kami? “ kata Ryn membuka topik.

“ Tidaklah .. Lagi pula untuk apa? “ kata Diora santai.

“ Trus kalian juga tidak takut pada kami akibat kejadian yang menggemparkan itu? “ kata Eru sambil menunduk.

“ Mmm .. awalnya kami takut. Tapikan kalian sahabat kami, mana mungkin kami membenci pada kalian “ kata Diora lanjut sambil tersenyum.

“ Oya, aku ingin berterima kasih karna telah menyelamatkanku “ kata Ichi sambil memegang tangan Eru “ Aku sudah merepotkanmu sehingga tanganmu terluka “ katanya lanjut dengan penuh penyesalan.

“ Akhh tidak juga. Prinsip aku dan Ryn sama. Walaupun kami bergabung dengan anggota itu prinsip kita adalah tidak boleh melibatkan sahabat pada masalah tersebut dan berjanji untuk melindunginya “ kata Eru panjang lebar serta disambut senyuman Ryn.

“ Oya, Kalian masih bertemu dengan Mochi? “ kata Ryn tiba-tiba.

“ Entahlah. Dia menghilang sama seperti kalian dan tidak pulang kerumah “ kata Ichi “ memang ada apa? “ lanjutnya.

“ Tidak ada apa-apa. Hanya aku saranin supaya hati-hati saja “ kata Ryn sambil tersenyum dan mendapatkan tatapan kebingungan pada wajah Diora dan Ichi tetapi Ryn maupun Eru tidak mengubrisnya lalu Eru mencairkan suasana dengan bersulang “ hahaha yasudah. Yang lalu biarkanlah berlalu sekarang kita santai-santai saja “ kata Eru sambil mengangkat gelasnya dan disambut dengan yang lainnya.

Mereka mengobrol hingga berjam-jam dan tiba-tiba saja seseorang menembakkan pistol mengarah pada Ryn dari sudut ruangan dan Eru yang melihat seseorang yang mencurigakan dan dia langsung melempar pisau yang ada dimejanya dan mendorong Ryn hingga terjatuh dari kursinya dan menyuruh semua temannya menunduk untuk menghindar. “ Maafkan aku teman “ kata Eru dan langsung mendorong Diora dan Ichi supaya menjauh dan mencari tempat persembunyian tetapi mereka masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada ketiga temannya itu.

“ Tak masalah “ jawab Ryn yang langsung membalikan badan karna jatuh terbaring dan langsung mengambil pistol di dalam roknya. Eru langsung melihat ke sekitar cafe itu dan mendapati Mochi bersama rekannya Miyavi di sudut lain.

Eru dan Ryn saling bertatapan dan tersenyum seperti senyuman menantang dan Eru langsung mengambil pistol yang diselipkan dalam rok dan langsung menyerang Mochi dan Miyavi sehingga pengunjung disana berteriak dan mencoba berlindung.


~ Owari ~

Fanfic : Vengence part 2

Title : Vengeance part 2
Author : Rei Eruenza
Genre : Suka-suka deh

Happy reading \(^o^)/

~ ~ ~ ~ ~

Keesokannya Eru dan Ryn tidak masuk sekolah dengan izin ada acara keluarga ...


[ Starbucks ]

Suatu ketika ada kejadian saat Ryn dan Eru menyamar menjadi pelayan di Starbucks, seorang lelaki yang sedang cekcok dengan seseorang dan Ryn melihat tidak keasingan pada wajah lelaki itu dan dia ingat kalau lelaki itu adalah ... Tora yang dicarinya bersama Eru walaupun masih ragu. Dia-pun langsung menuju meja dimana lelaki itu sedang adu mulut diikuti Eru.

“ Maaf ada apa ya tuan? “ kata Ryn ramah.

“ Hey, pelayan bodoh kenapa kamu membiarkan orang ini masuk kemari “ kata lelaki itu setengah mabuk.

“ Kak Tora ayo pulang. Kakak dapat dari mana ini minuman? “ kata seseorang laki-laki yang terlihat lebih muda 7 tahun darinya. Dialah adiknya Tora.

‘ Ciihh benar dugaanku dia Tora ‘ batin Ryn. Eru yang mendengar kalau lelaki itu Tora dan dia langsung membuka kaca yang diselipkan sebuah foto Tora dan Kaede. Eru langsung menyikut lengan Ryn yang sama-sama terdiam setelah mendengar nama Tora.

“ Aku akan telephone kak Kaede supaya dapat menjemput kita karna aku tidak sengaja datang kemari untuk bertemu dengan temanku “ kata adiknya kepada Tora.

“ Kamu ini berisik sekali Sebastian “ kata Tora sambil mendorong adiknya menjauh.

“ Kakak sadar. Ayo pulang “

“ Sebaiknya kakak-mu diberi air putih dulu supaya sedikit menghilangkan pusingnya “ kata Ryn sambil menyerahkan segelas air putih.

“ Ryn, apa yang harus kita lakukan sekarang? “ kata Eru berbisik.

“ Aku tidak tau. Aku takut adiknya mengetahui kedok kita “ kata Ryn bisik-bisik.

Setelah menunggu beberapa menit seseoang datang dengan pakaian serba hitam yang menggunakan cupluk sehingga tidak terlalu terlihat wajahnya.

“ Akhh akhirnya kak Kaede datang “ kata Sebastian.

Eru yang mendengar kalau seseorang yang baru saja datang adalah Kaede dia langsung menjadi gugup dan keringat dingin. Ryn tidak mengetahui perubahan yang terjadi pada Eru dan dia hanya bersikap wajar. Ryn dengan santainya membantu Sebastian adiknya Tora membereskan barang-barang yang dibawa Tora dan Kaede langsung membopong Tora dan tanpa sadar Tora langsung merangkul Eru dan Eru sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa terdiam, dia tidak berani menatap wajah Kaede dan tiba-tiba ..

“ Hey pelayan, tolong bantu aku membawanya “ kata Kaede yang berbicara pada Eru. Eru langsung melakukan perintahnya tanpa menoleh dan terus menatap lantai.

Sesampainya di depan pintu Kaede menyuruhnya untuk membantu memasukan Tora pada mobilnya karna tubuh Tora yang cukup besar Eru sedikit kerepotan walau ada Kaede. Tanpa sengaja Eru mengalihkan pandangannya pada Tora dan ternyata Kaede sedang melihatnya dengan penuh curiga dan Eru langsung membuang mukanya.

‘ Gawat, ketauan nih ‘ batin Eru. Setelah berhasil memasukan Tora, Kaede menghampiri Eru.

“ Tidak sangka yah kamu sudah besar “ kata Kaede sambil mengangkat wajah Eru yang sedari tadi meunduk takut ketahuan.

“ Jangan sentuh “ kata Eru ketus sambil menangkis tangan Kaede. Kaede hanya tersenyum yang penuh kengerian bagi Eru dan dia langsung meninggalkannya.

Berminggu-minggu setelah kejadian itu Kaede sudah tidak pernah terlihat lagi di cafe itu begitu juga dengan Tora.

~ ~ ~ ~ ~

 [ SMA Gensis ]

SMA Gensis mengadakan tanding atletik dengan SMA Gakuen dan setiap kelas dipilih 2 orang untuk mewakili sekolah mereka. SMA Gensis pun mengadakan penilaian dalam atletik dan dari kelas X memilih Diox serta rekannya Sui, dari kelas XI memilih Ryn dan Shin, dari kelas Jun dan Ratsu. Mendengar nama Diox, Eru langsung mencari orang bernama itu dan benar saja dugaannya ternyata Diox adalah sahabat dekat Eru sewaktu kecil yang sangat ia percayai tak disangka satu sekolah lagi bersamanya walau beda kelas.

SMA Gakuen memilih perwakilan dari sekolahnya terdiri dari Saga, Hyde, Ryog, Yoshito, Iv, dan Teru. Perlombaan berlangsung tiga hari. Dari masing-masing peserta kini saling mengenal satu sama lain dan menjalani hubungan pertemanan.

Setelah usai perlombaan dan dimenangkan oleh SMA Gensis sekolah itupun langsung mengadakan pesta terutama pada pesertanya dan disaat itulah Ratsu menyatakan perasaannya kepada Ryn.

“ Mmm .. Ryn. Reaksi kamu kalau ada yang nembak gimana? “ kata Ratsu.

“ Lha mati dong “ kata Ryn bercanda.

“ Bukan itu maksudnya. Ditembak cinta gitu langsung nerima apa mikir apa nolak? “

“ Yaaa .. tergantung “

“ Owh. Mmm .. Ryn mau jadi pacarku gak? “

“ What? “ Ryn kaget dan langsung menganggukannya tanda menerimanya. Ratsu langsung memeluknya saat itu juga.

 Berbulan-bulan Ratsu menjalani hubungan bersama Ryn, begitupun seminggu kemudian setelah perlombaan Eru jadi kembali dekat dengan Diox yang telah direncanakan oleh suatu kelompok lain. Diox mendekati Eru hanya untuk memata-matainya untuk kelompok NEDD yang telah membayarnya. Begitu juga dengan Ratsu yang hanya ingin memancing kelompok BUZZ. Walau begitu Diox dan Ratsu bersikap tidak saling kenal supaya melancarkan misinya.

~ ~ ~ ~ ~

[ Eru’s Share-House ]

Eru adalah seorang remaja yang sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya akibat dibunuh dua tahun yang lalu oleh kakaknya sendiri saat dia masih duduk di bangku SMP. Eru tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya terdiam saat orang tuanya terbunuh tetapi kakaknya sengaja tidak membunuhnya karna tidak ada untungnya membunuh orang yang lemah dan pergi dengan memberi sebuah senyuman.

Setelah berbulan-bulan kakaknya menghilang entah kemana dan dia menganggapnya sudah meninggal sampai saat ini. Eru sekarang tinggal di share-house yang terletak di Akatsuki yang jauh dari kotanya dulu supaya membuang kenangan buruk itu. Tanpa diduga kejadian berminggu-minggu lalu dia bertemu dengan kakaknya dan membuatnya ingin membalas semua perbuatannya kepada orang tuanya dengan cara bergabung dengan BUZZ. Hanya Ryn-lah yang mengetahui kalau Eru mempunyai seorang kakak walau yang dia ketahui sudah meninggal.

Suatu ketika di pagi yang cerah di kediaman share-housenya sangat ramai karna bertepatan pada hari ulang tahun Eru. Teman-teman serta Seasons datang semua ke share-housenya begitu juga dengan Diox dan Ratsu tetapi anggota BUZZ tidak datang supaya identitas mereka tidak terbongkar.

“ Tanjoubi Omedeto, Ru “ kata Ryn dan disambut pelukan hangat oleh Seasons.

“ Sankyuu minna “ kata Eru sambil membungkuk.

Seusai party-party share-house pun sepi hanya ada Ichi yang belum pulang dan Eru pun mengantarnya pulang karna sudah malam. Prinsipnya dan Ryn sama. Mementingkan sahabat dari apapun dan karna mereka berdua adalah kolompok buronan NEDD mau gak mau mereka berdua tidak boleh mencolok agar sahabat mereka tidak terlibat dan membahayakan nyawa mereka. Mereka berdua bergabung dengan kelompok BUZZ atas tawaran Yudai sendiri dan akhirnya mereka pun bergabung semenjak masuk di SMA Gensis dan mereka serta anggota lain sudah melaksanakan berbagai macam tugas. Awalnya mereka berdua takut tetapi sekarang mereka sudah tidak peduli akan orang yang tak dikenalnya sebagai targetnya itu.
Saat Eru mengantar Ichi pulang ditengah jalan Eru merasakan ada seseorang sedang mengikutinya dan tanpa aba-aba langsung menyerangnya dengan pistol yang dibawanya, Eru pun langsung menghindar dan Ichi langsung menjerit ketakutan dan Eru terpaksa harus memukul pundaknya agar Ichi tidak sadarkan diri supaya tidak mengundang orang-orang sekitar menghampirinya. Eru mengetahui pria itu bukan perampok melainkan anggota NEDD karna tak sengaja Eru melihat lambang yang ada di pakaiannya yang Eru tau itu dari NEDD saat bertarung dengan mata-mata suruhan NEDD tahun lalu. Pertarungan pun menjadi sengit Eru mendapat luka tembakan di lengan kirinya dan orang yang menggunakan tudung yang menutupi wajahnya itu terluka di bagian pinggang akibat tusukan pisau lipat yang Eru selalu bawa di dalam sakunya untuk berjaga-jaga. Akhirnya orang itu pergi dan dengan lemas Eru langsung membopong Ichi ke mobil dan mengantarkannya pulang setelah melilitkan sebuah kain yang ia dapat dari dalam mobil untuk mengikat tangannya supaya tidak mengeluarkan darah lagi.

~ ~ ~ ~ ~

Keesokan harinya ..


[ SMA Gensis ]

“ Ru, kamu gak apa-apa? “ kata Diox khawatir.

“ Gak usah khawatir “ kata Eru.

“ Ko bisa begini sih. Kamu abis ngapain? “ kata Diox prihatin.

“ Akhh aku kemarin jatuh diaspal gara-gara dibonceng sodara “

“ Yaudah lain kali kamu hati-hati ya “

Diox mengantarkan Eru ke kelasnya dan langsung diambil alih oleh sahabatnya Ryn. Diox pun langsung meninggalkan mereka.

“ Pasti ulah NEDD “ kata Ryn nebak.

“ Berarti kita sekarang harus berhati-hati lagi “ kata Eru. Ichi, Mochi, Yune, Diora pun menghampiri kami dan menanyakan hal yang sama. Hanya Mochi lah yang sepertinya tidak begitu mengubrisnya dan mengundang kecurigaan bagi Ryn.

~ ~ ~ ~ ~

Kesokan harinya ...


Bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua murid semuanya pulang dan ada juga yang masih disekolah. Ichi, Yune, Eru memutuskan untuk kerumah Diora dan disusul oleh Ryn setelah piket hanya Mochi-lah yang tidak ikut karna ingin bertemu dengan teman SMP-nya. Setelah piket Ryn langsung menaiki motornya untuk menuju rumah Ichi dan tanpa diduga dia bertemu dengan Mochi yang sedang bersama seseorang yang dia kenal yaitu Jun yang sedang membicarakan sesuatu yang penting dan pergi menggunakan mobil dan Ryn pun mengikutinya tanpa sepengetahuannya Ratsu melihatnya. Sesampainya disana Ryn sembunyi dan mendengar percakapan Jun, Mochi dan dua orang yang tak dia kenal dan diikuti dua orang cewe tinggi yang juga tak dikenalinya.

“ Bos, bagaimana selanjutnya? “ kata seseorang lelaki.

“ Tenanglah Hyde, Saga tidak akan menyadari penyamaran kita. Bagaimana dengan mu Mochi? “ kata Kai selaku pemimpin.

“ Mereka sepertinya masih belum mengetahuinya “ kata Mochi santai sambil mengusap pedang kesayangannya.

‘ Mereka? Maksudnya? ’ batin Ryn.

“ Owh sepertinya ada tamu “ kata Jun tiba-tiba yang telah mendapatkan kode dari seseorang bahwa ada penyusup. Tubuh Ryn pun seketika menjadi keringat dingin.

“ Bawa dia kemari “ kata Kai.

“ Maaf .. aku kesini Cuma ingin mengantarkan pesanan nona Leda “ kata orang itu gugup.

“ eh? “ kata Ryn dan sedikit lega tanpa diduga sebuah benda menempel di belakang kepalanya dan langsung mengikat tangannya. Ryn langsung menoleh dan tanpa terduga bahwa itu adalah kekasihnya.

“ Bagus sayang “ kata Uruha.

“ Semudah inikah? Anggota BUZZ memang lemah “ kata Ratsu angkuh.

“ Kau? “ kata Ryn tepat diwajah Ratsu.

“ Kau kami tahan untuk menjadi umpan agar anggotamu datang kemari dan menyerahkan diri kepada kami “ kata Hyde.

“ Kalian anggota NEDD “ kata Ryn tak percaya.

“ Benar sayang “ kata Ratsu “ Lalu apa kau kenal dengan dia? “ Lanjut Ratsu sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk santai diatas meja dengan kaki dinaikan satu.

“ Apa kabar teman? “ kata orang itu.

“ Diox “ kata Ryn geram.

“ Yap “ kata orang itu yang ternyata Diox.

“ Kalian berdua menjebak kami “

“ Haha. Kita ketauan deh “ kata Diox dengan sedikit tertawa yang menjengkelkan.

“ Sudahlah “ kata Ratsu sambil tersenyum dan mengelus pipinya.

“ Jangan sentuh brengsek “

“ Huuu galaknya “ kata Ratsu mengejek sambil melakban mulutnya. “ Sudahlah wanita bodoh kamu diam saja jangan banyak bicara “ Ryn pun hanya diam saja sampai satu jam dia disana dan saat yang menjaganya hanya Uruha dan Leda dia memutuskan tali ikatan tangannya menggunakan pisau yang dia selipkan di saku belakangnya dan berhasil dan saat Uruha dan Leda berpaling Ryn langsung mengambil Pistol yang dia selipkan dalam sepatunya dengan tinggi sampai pertengahan betis dan langsung menembakannya ke arah punggung Leda sedangkan Uruha mendengar suara berisik di arah Ryn dia langsung menghindar alhasil mengenai telapak tangan kanannya. Ryn langsung kabur dengan taksi yang sedang lewat di depan gang dan langsung kerumah Ichi karna motornya sudah pasti ditahan mereka.

~ ~ ~ ~ ~

[ Apartemen Heresy ]

Markas Vorx ..

“ Mulai saat ini kalian tidak boleh meragukan kehebatan lawan. Kalaian harus sering latihan dalam bertarung untuk tugas selanjutnya yang lebih berat “ kata Aoi selaku pemimpin.

“ Siap “ sahut bebarengan anak buahnya
Vorx adalah pasukan buronan NEDD sama seperti BUZZ. Aoi selaku pemimpin dia mengajarkan berbagai macam cara bertarung kepada anak buahnya dan mereka diberi perintah dalam setiap pertempuran jangan harap akan ada yang menolong karna anggota Vorx dilatih untuk bekerjasama bukan persahabatan.
Didalah kediaman ..

“ Bos, Miyavi sudah datang bersama rekannya “ kata Kaede.

“ Suruh dia masuk “

“ Sudah lama tidak berjumpa “ kata Miyavi dan langsung memeluk Aoi.

“ Oya, dia siapa? “

“  Perkenalkan aku Kokoro “ sambil membungkukan badan. “ Lalu yang mana namanya Tora? “

“ Itu yang sedang duduk dan menatap note-book “ kata Aoi. “ Tor beri salam pada rekanmu “ Tora hanya melambaikan tangannya keudara tanpa melihatnya. Kokoro pun langsung menghampirinya tetapi Tora langsung pamit pulang.

~ ~ ~ ~ ~

Saat dijalan ..


Tora adalah salah satu anggota Vorx. Dia kepercayaan Aoi. Tetapi dia memiliki masa lalu yang kelam ketika seseorang wanita pemanah yang telah membunuh kedua adik kesayangannya didepan mata dan sekarang dia bertemu dengan orang itu dan harus bekerjasama dengannya.

 “ Brengsekk masa harus bekerjasama dengannya “ kata Tora sambil menendang kaleng dipinggir jalan.

“ Adaww. Siapa tuh “ setelah mendengar ada seseorang tora pun langsung pergi dari situ.

~ ~ ~ ~ ~

keesokan harinya ...



TBC hohoho~ ( >o< )

Fanfic : Vengeance part 1

Title : Vengeance part 1
Author : Rei Eruenza
Genre : Suka-suka deh

Happy reading \(^o^)/

~ ~ ~ ~ ~

SMA Gensis tahun ini sedang menerima murid baru di tahun ajaran baru. Banyak siswa-siswi yang ingin bersekolah disana dikarenakan SMA Gensis termasuk sekolahan elit di daerah Akatsuki ini. Murid SMA Gensis sangatlah kaya raya dan tidak memungkinkan banyak kejahatan yang menyertakan murid SMA Gensis.

“ Heyyy, ayo pulang Ryn “ ajak Diora sambil menarik tangan Ryn.

“ Sebentar “ jawab Ryn.

“ Ayo pulang Eru “ ajak Diora lanjut.

“ Aku mau kumpul sama anak Jerea lain sekarang “ jawab Eru.

Jerea adalah sebuah club untuk anak-anak pecinta Jepang Korea yang di buat dan di ketuai oleh Eru sendiri. Dia sering mengadakan rapat untuk event yang akan dihadiri Jerea itu sendiri.

“ Yahh , aku pulang sama siapa dong? “ rengek Diora.

“ Derita kamu lah. Suruh sapa gak bawa motor “ kata Ichi mencibir.

“ Trauma aku pernah jatuh “

“ hahaha lebok “ kata Ichi dengan puas.

Diora terpaksa pulang sendiri karna Ryn masih ada perlu di sekolah “ Yaudah guys, aku pulang duluan yah. Bye “ sembari memberi salaman selamat tinggal seperti biasa.

“ Aku juga pulang yah. Ayo Yune “ kata Ichi sambil pergi keluar gerbang bersama Yune.

Mereka adalah sahabat yang sudah terjalin di SMA Gakuen ini dan memberinya dengan ikatan sebuah nama Seasons yang terdiri dari enam orang yaitu Eru, Ryn, Diora, Yune, Ichi dan adiknya Mochi. Mereka selalu bersikap wajar seperti anak-anak lainnya hanya Diora-lah yang sombong kepada semuanya tetapi mereka tidak mengubrisnya akhirnya persahabatan itu-pun terjalin. Mereka kemana-mana selalu berempat Ryn, Eru, Ichi, Diora ketibang berenam bersama Yune dan Mochi. Karna mereka tidak terlalu dekat apalagi dengan Mochi. Mereka sekarang sudah kelas XI dengan jurusan yang sama.

“ Eh, Ryn. Kita pulang nih? “ kata Eru.

“ Yap. Tidak ada tugas hari ini tetapi kita harus tetap waspada bisa sajakan anak yang baru masuk sebagai murid baru disekolah ini adalah mata-mata dari NEDD untuk mengawasi kita dan yang lainnya “ kata Ryn panjang lebar.

“ Benar juga. Yaudah aku mau main sama anak Jerea dulu “

“ Ok. Oya, jangan lupa besok kita latihan di daerah hutan Vamps “

“ Ingatkan saja “ kata Eru sambil berjalan menuju motornya.

“ Dasar “

NEDD adalah semacam kelompok kemiliteran yang bertugas untuk menangkap kelompok pembunuh yang berkeliaran di Jepang yang tersembunyi.

~ ~ ~ ~ ~

Kesoka harinya ...


[ Hutan Vamps ]

“ Ko yang dateng baru kamu segini? “ tanya Yudai sambil menyulut rokok.

“ Kan bos tau sendiri hutan ini jauh dari daerah tempat tinggal mereka “ kata Shou.

Yudai adalah pemimpin sebuah kelompok yang bernama BUZZ memiliki orang kepercayaannya yaitu Shou. Kelompok BUZZ terdiri dari lima orang yaitu Yudai, Shou, Reita, Ryn, dan Eru. Mereka bertugas untuk membunuh pasukan VORX yang diketuai oleh Aoi musuh bubuyutan bagi kelompok mereka. Aoi selaku mantan yakuza kelompok BUZZ susah melacaknya dikarnakan sering’a berpindah tempat. Yudai selaku ketua dia juga ikut berperan dalam membunuh dan membantu anak buahnya.

“ Bos, Sudah kumpul semua “ kata Ryn.

“ Baiklah latihan kita mulai sekarang. Kalian akan dilatih oleh orang-orang terpilih dalam bidang bertarung.  Kalian akan dilatih bagaimana cara menembak, menggunakan samurai, dan semacamnya “ kata Yudai panjang lebar sambil memperkenalkan orang-orang terpilihnya untuk melatih anak buahnya.

“ Hahaha sepertinya menarik. Bagaimana? “ kata Eru sambil menyikut Ryn.

“ Sepertinya “ dengan gaya yang angkuh Ryn menjawab “ bagaimana menurutmu Rei? “

“ Mmm .. mungkin “ Rei menjawab sambil mengganti sepatunya.

Setelah semuanya sudah siap dengan segala macam senjata di tangannya Shou langsung meminta satu per satu maju untuk melawan orang yang dipilih Yudai tersebut. Latihan pun dimulai dengan penuh semangat mereka berlatih bagaimana cara bertarung dengan senjata maupun tidak dan cara menghindari serangan musuh.

~ ~ ~ ~ ~

2 bulan kemudia di tahun ajaran baru ...


[ SMA Gensis ]

“ Bruggggkk ... “

“ Akhh maafkan aku kak. Aku tidak sengaja “ kata seseorang meminta maaf karna telah menabraknya dan membuat buku-buka yang dibawanya jatuh berantakan.

“ Akhh tidak apa-apa “ kata seseorang itu “ Kamu siapa namanya?

“ Ekhh? Aku? Aku Yune “

“ Akhh kamu temannya Eru ya? “

“ Haikk. Kakak kenal? “

“ Tidak begitu. Yaudah kamu kembali ke kelasmu nanti diomelin guru loh “

“ Yap “ Yune pun langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya tanpa menoleh sedikit-pun kearah lelaki tadi yang sepertinya sedang menyunggingkan senyuman teka-teki.


[ Ruang kelas XI ]

“ Lama banget sih ngambil buku aja “ kata Shin selaku ketua kelas.

“ Gomenne .. “ sambil membungkuk Yune meninta maaf.

“ Yasudah duduk sana “ kata Shin ketus.

Pelajaran-pun dimulai dengan suasana yang sunyi karna anak-anak sedang menyatat semua tulisan yang diberikan oleh Ruki Sensei melalui note-booknya yang disambung ke layar.

Bel-pun berbunyi dan pelajaran-pun selesai. Semua anak dalam kelas pun lama-kelamaan tambah sedikit dan Ryn diikuti Seasons lainnya pun keluar kelas. Mereka berenam memutuskan untuk berjalan-jalan ke daerah Harajuku atas permintaan Diora dan menggunakan mobil yang dia bawa. Mereka berjalan-jalan dan berbelanja keperluan mereka dengan perasaan senang dan mereka memutuskan untuk mencari makan sebelum pulang.


[ Cafe Kowloon ]

Cafe kowloon adalah cafe terkenal dan teramai di daerah Harajuku dengan bernuansa gothic mereka mendapatkan tempat untuk makan disana.

“ Oiya, aku lupa. Tadi pas aku ngambil buku aku nabrak kakak kelas cowo trus dia kenal sama kamu loh Ru “ kata Yune membuka pembicaraan.

“ Ha? Siapa? “ tanya Eru.

“ Lupa aku nanya namanya hehe “

“ Ciri-cirinya? “ kata Eru bersemangat.

“ Ko kayanya kamu semangat banget pengen tau? Mmm .. ciri-cirinya dia orangnya tinggi, kalau diliat dari ekspresi kayanya orangnya dingin tapi keren, rambutnya sebahu atasan dikit coklat keunguan gitu deh “ kata Yune panjang lebar yang membuat Eru tersedak minumannya sendiri.

“ Coklat keunguan? “ kata Eru meyakinkan pendengarannya.

“ Yap. Kamu kenal Ru? “ plus anggukan Yune menyakinkan temannya itu. Eru langsung tak habis pikir dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Yune tadi. Dia hanya terdiam beberapa saat dan langsung menjawab pertanyaan Yune tadi dengan sikap wajar supaya tidak menimbulkan kecurigaan terhadap dirinya.

“ Akhh tidak tidak. Aku tidak kenal “ kata Eru gagap.

“ Tapi aku baru liat dia loh “ kata Yune lanjut.

“ Trus bagaimana kamu tau kalau dia kakak kelas? “ kata Ichi ikut nimbrung plus anggukan dari Eru dan Ryn.

“ Soalnya dia pakai lencana di lehernya yang cuma di pakai untuk kelas XII saja “ kata Yune mengingat-ngingat.

“ Yaudahlah wong aku gak kenal “ kata Eru dan langsung menyantap makanannya dan diikuti yang lain.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Keesokannya ..


[ Universitas Japan Hoshi ]

“ Ekhh Bou liat deh tuh cowo cakep banget “ kata Kaoru.

“ Yang mana? “ tanya Bou sambil celingak-celinguk.

“ Tuh yang tinggi rambutnya item putih pake jins item garis putih itu “

“ Owhh yang itu. Kenapa? Naksir? “ sindir Bou.

“ Hahaha cakep ya “ kata Kaoru tak lepas memandang cowo itu. Tiba-tiba saja ada seseorang yang melabraknya.

“ Heh kalian anak kecil udah berani suka-sukaan ya? “ kata ketua osis.

Di Universitas Japan Hoshi hari ini baru mengadakan ospek hari terakhir dan ketua osis di Japan Hoshi yang sedang melihat dua cewe yang tidak sedang melaksanakan ospek dengan benar dan mereka-pun harus dihukum lari lima kali puteran lapangan sambil berteriak “ Watashitachi no baka “ dan mereka berduapun disorakin oleh mahasiswa yang ada disana.

~ ~ ~ ~ ~

[ SMA Gensis ]

“ Ekh Ru, kamu kenal sama orang yang disebutkan dengan ciri-ciri Yune kemarin? “ kata Ryn berbisik.

“ Akhh tidak “ jawab Eru gelagapan.

“ Jangan bohong “

“ Benar aku tidak bohong “ kata Eru menyakinkan Ryn. “ Lagi pula selama kita bersekolah disini kita tidak pernah melihatnyakan?
 “ Benar juga. Yaudah kita masuk yuk “

‘ Syukur deh dia sudah tidak curiga ‘ batin Eru.

~ ~ ~ ~ ~

[ SMA Gakuen ]

“ Moshi-moshi minna mohon perhatiannya sebentar. Sensei ingin memperkenalkan murid baru pindahan dari SMA Fantasy. Ayo Hyde kamu masuk dan memperkenalkan dirimu “ kata sensei.

“ Anoo minna. Aku Hyde. Salam kenal “ sambil membungkukan badan.

“ Sudah dulu yah. Sensei lagi sibuk. Kalian jangan ribut dan jangan ada yang keluar. Kamu duduk dengan Saga “ kata sensei memberi perintah duduk kepada Hyde.

“ Baik “

“ Mmm .. aku Hyde salam kenal “ kata Hyde kepada Saga. Saga hanya menoleh kepadanya dan kembali menatap handphonenya.

“ Hey, aku Saaen. Kamu bisa panggil aku Sa saja “ sambil tersenyum Saaen memperkenalkan diri.

“ Salam kenal “ kata Hyde dengan senyuman. Saga masih tidak memperdulikannya dan beberapa menit kemudian bel-pun berbunyi dan dia langsung pergi.

“ Saga tunggu. Kamu mau kemana? “ tanya Hyde.

“ Kantin “ tanpa menoleh dan terus berjalan.

“ Udah kamu bareng aku saja “ tangan Hyde-pun langsung ditarik oleh Saaen.

Hyde heran dengan sikap Saga dan dia-pun mendapatkan penjelasan dari Saaen bahwa Saga adalah kekasihnya dan Hyde-pun mengerti akan sikapnya itu soalnya dia kira identitasnya terbongkar.
Berminggu-minggu Saga sudah bersikap wajar pada Hyde dan menjadikannya sahabat dekat bersama Byou, dan Mio yang merupakan sahabat bagi Saga itu sendiri.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah dua bulan kelompok BUZZ menyamar menjadi pelajar dan mahasiswa dalam lingkungan sekolah dan di lingkungan rumah Ryn dan Eru menyamar sebagai pelayan di starbucks untuk melacak orang yang bernama Kaede dan Tora yang merupakan kelompok dari VORX tanpa bantuan foto karna Yudai belum mengirim fotonya dan hanya mengandalkan sebuah nama dengan ciri-ciri orang tersebut. Awalnya Eru ingin menolak tapi kalau dia menolak akan menimbulkan kecurigaan bagi Ryn.

Sedangkan Shou menyamar sebagai pelayan Cyclone, Reita sebagai rekannya menjadi pelanggan Cyclone yang sesekali dijaga oleh bodyguard Yudai club Cyclone itu.

~ ~ ~ ~ ~

Eru dan Ryn mendapatkan panggilan untuk berkumpul di club Cyclone untuk mendapatkan foto orang yang mereka cari itu.


[ Club Cyclone ]

“ Rei kamu dimana “ kata Ryn yang sedang menghubungi rekannya Reita.

“ Di meja 24 pojok kiri dari pintu depan “ kata Reita memberi petunjuk dimana dia berada.

“ Udah ada siapa saja? “

“ Baru aku sama Bos tapi dia lagi bertugas lagi. Kalau Shou lagi melayani pelanggan di tempat DJ di atas“

“ Owh. Ok aku sama Eru kesana dan tuut .. tuut .. “ telephone-pun terputus dan Ryn langsung menghampiri meja tersebut bersama Eru dibelakangnya.

Mereka disana langsung membicarakan soal orang-orang yang menjadi target mereka. Ditengah percakaan itu Reita berdiri dan memanggil Shou supaya menghampirinya.

“ Shou “ kata Rei sambil melambaikan tangannya dan Shou langsung menghampirinya.

“ Bagaimana? Apa dia sudah datang? “ kata Reita.

“ Tadi sih ada tapi dia langsung pergi gitu “ kata Shou.

“ Mas mas saya pesen Vodca 1 “ goda Eru.

“ Hey .. “ kata Shou sedikit tersinggung karna pakaiannya seorang pelayan.

“ Sudah bawakan saja. Oya saya juga ya mas “ kata Ryn menambahkan. Eru dan Ryn-pun langsung bertos ria karna telah membuat Shou malu sedangkan Reita hanya terdiam dan tiba-tiba membuka mulutnya tetapi langsung disela oleh Shou.

“ Jangan bilang kamu mau pesen Vodca juga “

“ Yee sapa bilang. Orang aku mau Sake “ kata Reita tanpa dosa.

“ Buakakakak. Udah bawakan saja mas Shou “ kata Eru sumringah dan anggukan Ryn.

Shou-pun pergi dan meninggalkan mereka dan kembali beberapa menit kemudian dengan minuman yang teman-temannya pesan. Karna hari ini sudah menunjukan pukul 03.00pm Shou mengganti pakaiannya karna dia mendapatkan shift pagi dan ikut bersenang-senang dengan temannya tanpa Yudai yang memutuskan untuk pulang setelah memberikan foto orang yang menjadi targetnya. Eru yang melihat foto orang tersebut sedikit kaget tidak halnya dengan Rei dan Ryn. Setelah ber jam-jam dan sudah mabuk, mereka memutuskan untuk pulang dan diantar oleh Eru yang tidak banyak minum hari itu.

~ ~ ~ ~ ~

Keesokannya Eru dan Ryn tidak masuk sekolah dengan izin ada acara keluarga ...


[ Starbucks ]

Suatu ketika ada kejadian saat Ryn dan Eru menyamar menjadi pelayan di Starbucks, seorang lelaki yang sedang cekcok dengan seseorang dan Ryn melihat tidak keasingan pada wajah lelaki itu dan dia ingat kalau lelaki itu adalah ...



TBC hohoho~ ( >o< )

Minggu, 15 Januari 2012

Fanfic : Wish

Title : Wish
Author : Rei Eruenza
Genre : Happy .. Sad .. Maybe XP
Pairing : Midori x Sanchan , Ino x Shinbashi , Sanchan x Himawari

Happy reading \(^o^)/

~ ~ ~ ~ ~

Friday, 8 July 03.55 Pm

Midori’s Pov

Aku merasakan sakit di dadaku. Aku kira hanya kelelahan atau semacamnya akibat kesibukanku akhir-akhir ini tetapi sakit ini selalu ku rasakan hampir setiap harinya. Tak dikira setelah aku memberanikan diri untuk mengecek kesehatanku, aku tak habis pikir dengan hasilnya, aku membaca isi kertas di tanganku berkali-kali berharap semua yang tertulis di sana adalah kebohongan. Aku harus berusaha tenang dan aku memutuskan untuk pulang. Aku bingung harus mengatakannya atau tidak kepada orang tuaku dan kekasihku Takashima Sanchan.

~ ~ ~ ~ ~

Saturday 9 July
[Sekolah] 06.45 Am

Suasana begitu cerah. Orang-orang berlarian masuk kelas karena keterlambatan yang mereka lakukan baik disengaja ataupun tidak. Ya , sekolah di SMA Girugamesh sangatlah disiplin akan waktu. Tetapi, tetaplah banyak yang masih melanggarnya dan ketika aku mencoba melupakan masalah yang ada di pikiranku. Aku melihat sesosok lelaki yang sangat ku kenal berjalan menuju ruang guru dia adalah Sanchan. Aku berusaha tidak melihatnya agar perasaanku kembali tenang dan memutuskan untuk masuk kelas dikarnakan bel sudah berbunyi 2 menit yang lalu dan disusul oleh Kai Sensei yang ingin mengajar bahasa kanji dikelasku. Sesaat pelajaran dimulai terdengar suara ketukan pintu.

Tookk .. Tookk .. Tookk ..

“ Maaf sensei saya terlambat ” Dengan nada bersalah dan membungkukkan badan.

“ Sudah. Cepat duduk sana “ tegas kai sensei.

“ Hai. Sensei “

~ ~ ~ ~ ~

[Pulang sekolah] 11.30 Am

Halaman sekolah begitu ramai dikarenakan bel sudah berbunyi tanda pulang sekolah. Semua siswa-siswi terlihat senang tetapi tidak halnya dengan Midori yang sedang duduk di pos dengan wajah di tekuk dengan seseorang yang tiba-tiba datang dan mengajak berbicara akan suatu hal.

“ Hey, Midori kamu ikut ya kerumah Hima kita masak-masak untuk lomba di acara pensi nanti “ ajak seseorang bertubuh tinggi agak gemuk mengenakan rok mini berambut kecoklatan panjang.

“ Ahhh ... Kamu rupanya membuatku kaget saja “ gerutunya.

“ Kamu ini tidak dikelas tidak diluar selalu melamun “ Sambar temannya yang bertubuh tinggi mengenakan rok mini berambut emas kecoklatan sebahu.

“ Iya Midori. Kalau kamu naksir aku bilang saja “ Cerocos sesosok lelaki yang baru sampai yang bertubuh tinggi dengan model rambut tergerai bewarna kecoklatan.

“ Ichhhh Shin, kamu ini tidak lihat wajah Midori sedang sedih begitu malah Kamu candai dia. “ gerutu seseorang berambut kecoklatan itu.

“ Sudah-sudah kalian ini seperti anak kecil saja kita kan sudah kelas 3 malu dong diliatin anak kecil “ Midori mencoba melerai kedua temannya yang sepertinya ingin ribut dengan tertawa sejenak.

“ Oya, Ino buat lomba apa itu? “ tanya Midori kepada temannya yang berambut kecoklatan yang bernama Ino.

“ Lomba apa? “ tanyannya dan dilanjut dengan jitakan keras dari Shinbashi.

“ Ichhhh sakit tau “ gerutu Ino.

“ Kamu ini lupa gak ilang-ilang “ sambung Shinbashi.

“ Tadi kamu yang bilang ingin ngajak Midori kerumah aku untuk masak-masak buat lomba di pensi nanti ” Ucap perempuan berambut emas kecoklatan rada kesal.

“ Akhhh iya aku baru ingat. Maaf Hima ini otak lagi kongslet gara-gara ini satu orang tau dari mana munculnya ” sambil nunjuk tepat ke hidung Shinbashi yang mancung.

Semua orang yang disana hanya tertawa melihat tingkah laku dua makhluk itu. Tapi bagaimanapun dan dilihat dari manapun Shinbashi dan Ino adalah pasangan kekasih dan juga sekaligus sahabat Midori yang satu kelas dengannya dan juga Hima yang juga sahabat terdekat Midori yang dikenalnya sejak SMP dan tidak diduga satu sekolah di SMA ini.

“ Kalau begitu ayu atuh kita pergi dari pada kesorean “ ajak Midori.

“ Ayoo ” seru semuanya.

~ ~ ~ ~ ~

[Hima’s House] 11.45 Am

Hima’s Pov

Akhirnyaaaa sampai juga .. Aku pun segera menuju dapur untuk menyiapkan minuman dan bahan-bahan masakan yang ingin dimasak yang sudah dibelikan oleh orang tuaku.

“ Ekhhh ada teman-temannya Hima ” Sapa seorang wanita setengah baya.

“ Ekhh tante Leda sudah pulang ya. Dari mana tant? “ tanya Ino.

“ Tante dari arisan di Heresy ” jawabnya dengan senyuman.

“ Sendirian tant? Om Hyde mana? “ lanjut Ino.

“ Iya. Om kan lagi kerja ”

“ Bukannya kalau sabtu libur? ” lanjut Ino.

“ Sekarang ganti hari nak Ino. Oya, Hima mana? Ko dia gak ada? “ tanya mamahnya Hima.

“ Ekhhh mamah udah pulang? “ tanyaku yang baru keluar dari dapur.

“ Iya nih cape banget. Ko teman-temanmu tidak dikasih minum? Lalu, mana Sakura? “ tanya mamahnya Hima.

“ Tadi dia sms. Katanya ada kerja kelompok dulu dirumah Aoi “ jawab Hima.

“ Owh yaudah mamah mandi dulu dah bau asem nih dah anak – anak “

“ Ichhh si mamah bikin malu “ gerutu Hima.

“ Hey Hima mamahmu gokil juga ya wkwkwkwkwk” celetuk Shinbashi sambil tertawa.

“ Yaa begitulah .. “

Suasana pun menjadi serius tetapi masih ada canda-canda yang dibuat oleh Shinbashi yang datang tak diundang yang hanya ingin mencicipi masakan kami dan menjahili semuanya agar suasana tidak tegang. Aku melihat semua orang tertawa terbahak walau sesekali, tidak halnya dengan Midori yang tertawa tapi ada kejanggalan pada wajahnya yang sedikit pucat. Aku khawatir padanya tapi mau bagaimana lagi aku sudah menyuruhnya duduk saja tapi dia menolak.

Beberapa jam kemudian masakan kami sudah selesai dan yang kami masak adalah mochi hasil 85% murni buatan kami dan sedikit bantuan mamahku pada saat menggorengnya dan menentukan resep karna kami tidak mempunyai bakat memasak dan kelompok kami sudah ditentukan untuk memasak makanan itu dan kebetulan mamahku dulunya punya resto hehehe.

“Mmmmm .. Enak juga masakan kita ” Celetuk Shinbashi.

“ Kita? “ timbal Ino, Midori bebarengan.

“ Enak aja kamu ngegangguin doang juga” tambahku.

“ Hehehehe pissu “ Shinbashi tersenyum sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk hurup V.

“ Tapi kurang lembut “ kritik Ino.

“ Iya nihh .. kurang banyak “ tambah Shinbashi.

“ Jiahhhh maruk amat dah massss .. “ jawabku sambil geleng-geleng kepala.

Kulihat semuanya tertawa tetapi Midori terlihat kesakitan sambil memegang dadanya dan aku berfikir bahwa ada sesuatu yang disembunyikannya.

“ Midori Kamu kenapa? Ko megang dada terus? “ tanyaku dan tiba-tiba handphone-nya berbunyi.

' Do do it, Chu~ ' ( nada dering Midori )

“ Akhhh tidak hanya ingin mematikan hp saja “ jawabnya.

“ Kenapa tidak dijawab saja ? “ tambahku.

“ Tidak apa-apa ” Sambil tersenyum pasi Midori menjawab.

“ Apa ada masalah Kamu dengan Sanchan? “ tanya Shinbashi tiba-tiba.

“ ... “ Midori terdiam.

Suasana sedikit kacau saat Shinbashi menanyakan hal itu karna Midori terlihat sedih dan Shinbashi tidak rela kalau sahabatnya menjadi sedih karna sahabat satunya itu Sanchan yang pasti diketahui karna ringstonenya Sanchan berbeda dengan halnya ringstone kami dengan teman yang lain di handphone miliknya. Akupun berusaha mencairkan suasana.

“ Hihi .. udah makan kita siap-siap belanja yu buat besok tugas keterampilan ” Sambutku.

Shinbashi yang mengerti akan bergantinya topik untuk mencairkan suasana dia pun langsung menggandeng Midori dan Aku pergi dan meninggalkan Ino tetapi Ino mengerti akan hal itu untuk menghibur Midori yang sedang sedih beberapa akhir ini.

~ ~ ~ ~ ~

[Midori’s House] 05.00 Pm

Midori’s Pov

Akhhhh aku meminta ijin pulang duluan karna aku takut ketahuan teman-teman yang lain akan penyakit terkutuk ini. Aku tidak ingin melibatkan orang-orang disekitarku akan penyakit ini yang akan merepotkan semuanya. Terutama kepada orang tuaku dan Sanchan. Akhhh Sanchan aku lupa tadi aku mematikan panggilannya pasti dia sudah didalam. Dan aku pun langsung masuk dan benar saja dugaanku Sanchan sudah didalam bersama orang tuaku dengan wajah cemas. Terlihat berlebihan memang tapi itu sudah terbiasa karna sebuah rahasia besar keluargaku dan keluarga Sanchan yaitu Aku dan Sanchan sudah menikah karna orang tuaku dan orang tuanya sudah menjodohkannya dengan ku dan berhubung orang tua kami mengetahui akan hubungan kami, jadi pernikahan dilakukan secepatnya dan tidak perlu menunggu hingga kelulusan.Tetapi, kami tidak tinggal satu rumah sampai lulus SMA dan tidak ada seseorangpun yang mengetahui akan hal itu. Aku enggan mengatakannya kepada sahabatku walaupun Hima sahabatku tapi aku masih ragu untuk mengatakan kepadanya karna Hima juga menyukai Sanchan aku merasa takut kehilangan keduanya kalau Hima mengetahui akan hal ini. mungkin waktunya saja yang belum tepat.

“ Kamu kemana saja? Ko disekolah seharian aku gak liat? Trus pulang juga kemana dulu sih? “ bentak Sanchan dengan nada lembut yang memancarkan kehawatiran diwajahnya.

“ Maaf tadi aku latihan masak-masak buat lomba nanti “ jawabku.

“ Lomba apa? ” tanya mamahku.

“ Akkhhh lupa. Apa ya? Lomba apa San? “ tanyaku kepada Sanchan.

“ Lha mana ku tahu ” Jawabnya singkat.

“ Audah lupa. Udah akh mau mandi dulu tadi juga latihannya dirumah Hima ” Jawabku langsung pergi ke kamar dan menuju kamar mandi.

Sanchan’s Pov

Hatiku begitu gelisah saat Midori tidak menjawab telephone dariku. Tidak biasanya dia seperti ini dan aku langsung menuju rumahnya yang tidak begitu jauh dan bisa sampai dengan berjalan kaki.

Sesampainya di rumah Midori aku langsung menanyakannya kepada orang tuannya dan ternyata mereka tidak ada yang tahu dimana Midori. Beberapa saat kemudian Midori pulang saat itu juga aku menanyakannya berbagai macam pertannyaan kepadannya.

“ Kamu kemana saja? Ko disekolah seharian aku gak liat? Trus pulang juga kemana dulu si? “ bentakku dengan nada lembut dan memancarkan nada kehawatiran.

“ Maaf tadi aku latihan masak-masak buat lomba nanti “ jawabnya.

Kulihat wajahnya begitu pucat pasi dan kuurungkan niat untuk menanyakan hal-hal yang membuatku janggal akan kesehariannya yang selalu melamun yang ku ketahui dari sahabatku Shinbashi yang sekelas dengannya.Walau aku satu sekolah dengannya tetapi tidak sekelas dengan Midori dikelas XII-D sedangkan aku dikelas XII-A. Bisa saja aku meminta pidah menjadi sekelas dengannya dengan pertukaran anak dari kelas XII-D denganku tetapi Midori menolak, dia tidak menginginkan hal seperti pacaran satu kelas walaupun kami sudah menikah yang dapat merusak nilai mata perlajarannya menurun dan akupun setuju.

Aku menunggu di kamar sambil menonton tv yang sedang menayangkan film-film entah judulnya apa. Dan beberapa menit kemudian Midori datang dan mengeringkan rambutnya lalu merias wajahnya. Setelah beberapa menit kulihat Midori begitu cantik wajahnya begitu ceria dan sudah tidak pucat lagi. Akupun mengajaknya keluar karna berhubung malam ini malam minggu hehe

Midori’s Pov

Aku sudah membuat orang tuaku dan arrrggggg kekasihku khawatir karna keadaanku yang tampak lesu dan pucat. Entah kenapa aku enggan memperkenalkan Sanchan sebagai suami melainkan sebagai kekasih saja kepada semuannya. Setelah aku mandi dan siap-siap, Sanchan mengajakku pergi keluar kesuatu tempat untuk berkencan layaknya seorang kekasih. Aku harus bersikap wajar dan ceria kepadanya untuk memberikannya kesan indah kepadanya dan semua orang yang mengenalku ^^

“ Kita mau kemana, San? “ tanyaku.

“ Nanti juga kamu tau sayang ” jawabnya dan langsung membuat wajahku memerah.

 Akhirnya kami pun sampai ditempat tujuan kami yaitu ke taman pertama kali kami bertemu saat SMP sewaktu Ino mengajakku dan Hima ketemuan dengan Shinbashi di sebuah kafe ditaman itu dan pada saat itu Sanchan bersama Shinbashi datang dan langsung bergabung dengan kami. Kami saling mengenal satu sama lain dan kelamaan antara kami ada yang menjalin hubungan antara aku – Sanchan dan Ino – Shinbashi, hanya Himalah yang hingga sekarang tidak mempunyai kekasih bukan karna dia tidak laku tetapi dia memiliki prinsip “Lulus dulu baru pacaran” aku salut akan prinsip yang ia patuhi walaupun banyak lelaki yang menembaknya dan ditolaknya begitu saja. Sesaat aku dengan lamunan kenangan masa laluku aku sadar Sanchan terlihat kesal dan aku bertanya padanya.

“ Ada apa San ko kesal gitu? “ tanyaku.

“ Auakhhh .. “ kesalnya dan pergi meninggalkanku. Aku mengetahui bahwa dia sedang marah padaku dan akupun mengejarnya.

“ San, ada apa? Aku gak akan ngerti kalau kamu gak ngomong!” dengan wajah innocent aku bertanya padanya dengan hati-hati.

“ Hhhh .. Kamu ini, aku ajak ngobrol malah melamun kan aku kesel. Udah ngomong romantis gitu tapi dikacangin ” Sewotnya lalu menanyunkan mulutnya.

“ Ngomong romantis? Emang bisa? “ tanyaku sedikit meledek.

“ Sapa yang bilang gitu ” Katanya mengelak.

“ Ichhh marah mulu jelek akhh !! “ aku manjain dia supaya tidak marah.

“ Auakhh .. “ sambil duduk disebuah batang pohon besar yang ada di taman itu. akupun menyusulnya dan duduk disebelahnya.

“ Ekhh San, mmm .. kalau dipikir lucu ya. Kita bertemu disini dan sudah mengikat pertalian ke jenjang pernikahan hahaha “

Aku tertawa terbahak ketika melihat wajah San memerah, dan aku pun langsung memegang pipinya dan dia terlihat panas seketika aku mengecup keningnya untuk kenangan yang tak terlupakan untuknya sebagai tanda terima kasih karna sudah menjagaku dan mencintaiku setulus hatinya.

~ ~ ~ ~ ~

Sunday 10 July
[ Sanchan’s House ] 08.00 Am

Sanchan’s Pov

Akhhh sudah pagi rupanya aku sampai tidak ingin bangun rasanya karna kejadian semalam. Aku seperti bermimpi tidak biasanya Midori seperti itu tetapi aku merasakan seakan Midori akan meninggalkanku kesuatu tempat yang begitu jauh. Arrrgggg aku tidak boleh berfikir seperti itu. Tidak tidak Midori tidak akan kemana-mana dan tidak kubiarkan dia pergi dariku.

“ Akhh Midori sedang apa ya? “ tanyaku sambil melihat layar telephone yang ternyata ada sebuah sms dari Midori.

---    ---    ---    ---    ---    ---
From : Midori ‘Aishitemasu’

San kamu udah bangun belum ??
Aku ada di bawah nii nungguin kamu dari tadii ..
---    ----    ---    ---    ---    ---


Ternyata Midori sudah menungguku dibawah. Dari tadi? Kenapa tidak membangunkanku saja? Ini kan kamarnya juga. Akupun langsung bergegas mandi dan siap-siap barangkali mau pergi jalan-jalan bersama honey ku hihi ^^

Sesampainya aku dibawah aku melihat Midori sedang memegangi dadanya dan sedikik meringis kesakitan aku curiga kalau dia menyembunyikan sesuatu dan kulihat dia sedang melihatku dan langsung duduk dengan rilex tanpa beban dan itu tambah membuatku curiga dan ingin mengetahuinya lebih lanjut apa yang terjadi pada Midori. Tapi aku harus berfikir positif sehingga aku urungkan niatku untuk menanyakan padanya.

“ Ekhh udah bangun say .. ? “ sapanya pura-pura tidak terjadi sesuatu.

“ Iya nih kenapa tidak membangunkanku saja kekamar ? “ tanyaku dan melupakan hal tadi supaya Midori tidak curiga.

“ Akhh tidak ini juga baru selesai membantu mamahmu masak “ sambil tersenyum Midori menjawab.

“ Emang bisa masak? “

“ Bisa dong dikit-dikit “

“ Udah akhh kita maen yuk ?”

“ Kemana? “

“ Mmmm .. Nonton gimana? ”

“ Gak akhh bosen ==. Oya, temenin aku aja gimana? Kerumah Shou? ” ajak Midori.

“ Ngapain ? ”

“ Kerja kelompok ada Shin juga ko disana “

“ Yaudah kalau gitu .. “

~ ~ ~ ~ ~

Saat diperjalanan Sanchan mengarahkan mobilnya ke sebuah kafe di taman Hanakotoba tempat pertama kali Midori dan Sanchan bertemu. Setelah 30 menit kemudian Sanchan keluar dengan sekantong plastik yang dimasukan kepergelangannya karna menggenggam 2 minuman di kedua tangannya.

“ Hihi sory lama “ Sanchan masuk dan langsung menyerahkan kantong tersebut beserta minumannya kepadaku sambil berkata “ Kentang goreng dan KappuchIno “.

“ Masih inget saja “

“ Inget dong, apa sih yang gak ku inget tentang istriku tercinta “ kata Sanchan sambil tersenyum pada Midori. Wajah Midori merona seketika ketika Sanchan mengatakan hal itu.

Setelah menyantapnya Midori dan Sanchan pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Shou dengan penunjuk jalan yang di tunjukkan oleh Midori melalui ucapannya.

~ ~ ~ ~ ~

[ Shou’s House]

“ Akhirnya nyampe juga. Jauh amat sih rumahnya “ gerutu Sanchan.

“ Ekhh tu Shinbashi sama Ino juga baru sampai. Dia naik motor “ kata Midori yang mengacuhkan perkataan Sanchan.

“ Yuk turun say “ ajak Sanchan turun dari mobil dan langsung menghampiri Shinbashi dan Ino.

“ Hellloooo ~ “ sapaku bebarengan dengan Sanchan.

“ Jiahhh udah gak marahan San? ” Tanya Shinbashi.

“ Marahan? “ tanya Sanchan heran.

“ Akhh siapa juga yang marahan “ timbal Midori.

“ Udah yu masuk panas yeukhh “ ajak Ino yang sudah kegerahan.

“ Missiii .. “ salam Ino disambut ketukan beberapa kali.

“ Akhhh udah dateng ayo masuk udah pada kumpul ko ” ajak seseorang yaitu Shou pemilik rumah.

“ Ssssttt ... Rame amat? ” Sanchan bisik-bisik kepada Shin.

“ Autuh. Banyak makanan pula. Katanya Cuma mau jenguk temen “ Shinbashi bisik-bisik.

“ Lha bukannya mau kerja kelompok? ” Sanchan mengerutkan alis.

“ Wahh kita dikerjain “ triak Shinbashi dan langsung menjadi pusat perhatian semuanya.

“ Kamu ini “ Sanchan langsung ngebekep mulut Shinbashi.

“ Hehehe sorry say, kita disini mau bikin kejutan buat Hima. Besok kan dia ultah “ kata Ino yang baru mengetahui kekasihnya bingung dengan apa yang sedang terjadi.

“ Owhhh “ jawab Sanchan dan Shinbashi dilanjutkan dengan anggukan tanda mengerti.

“ Ayo dimakan dulu kuenya “ kata Shou tiba-tiba sembari menawarkan makanannya. “ Btw, kenalin. Aku Kohara Kazamasa. Kalian bisa memanggilku Shou seperti yang lainnya “ kata Shou memperkenalkan diri kepada Sanchan dan Shinbashi sambil tersenyum.

“ Oya, aku Sanchan. Takashima Sanchan dan ini temanku Shinbashi. Shinbashi Edogawa “ Sanchan memperkenalkan dirinya dan Shinbashi kepada Shou pemilik rumah sekaligus teman Midori dan Ino. “ Panggil saja aku San dan dia Shin “ kata Sanchan sambil menunjuk Shinbashi dengan sopan.

“ Salam kenal “ kata Shou.

“ Iya sama-sama “ jawab Sanchan dan Shinbashi bebarengan.

~ ~ ~ ~ ~

Monday, 11 July
[ Sekolah ] 07.00 Am

Midori’s Pov

Aduhh aku telat lagi gara-gara nyari kado semaleman gak dapet-dapet tapi akhirnya dapet juga. Gak apalah dihukum yang penting tidak mengecewakan sahabat terbaikku ini. Udah sepi lagi. Ekhh ko guru piketnya tak ada? Slamet, langsung ngibrit akhh. Sesampainya aku berbelok menuju tangga tak terduga Byou Sensei sedang mergokin aku yang terlambat ini dan parahnya lagi dia yang jadi guru piket hari ini. Tamat sudah T,T tu guru killer banget. Mamah tolong aku ..

“ Midori kamu terlambat? “ tanya Byou sensei.

“ hehehe “

“ Kamu ini tidak biasanya terlambat. Sebagai hukuman kamu sapu kantor. “

“ Yahhh ko dihukum sensei. Aku ada ulangan “ aku berusaha ngeles.

“ Suruh siapa kamu telah. 45 menit lagi ckckck “ Byou sensei geleng-geleng kepala.

“ Ya maaf sensei. “

“ Pokoknya kamu tetap dihukum atau aku masukin kamu ke daftar anak terlambat? “ ancamnya.

“ Akhh iya iya sensei tapi pelajaran kedua aja ya pas jam kosong. “ mohonku.

“ Yasudah. Awas kalau kabur “

“ Gak ko sensei. Aku masuk kelas dulu sensei “

Akupun langsung masuk kelas dan untungnya gurunya gak ada hanya suruh mengerjakan soal saja terlebih sekarang pelajaran budaya.

“ Arrggghhh ngantuk “ aku menguap dan langsung dibekep oleh Ino.

“ Nafasmu bau NAGA .. “ kata Ino.

“ Sialan. Dakh akh mo tidur. “

5 menit kemudian bel pelajaran ke2 pun berbunyi dan aku mau tidak mau harus menyapu kantor dari pada ditulis sebagai anak terlambat.

~ ~ ~ ~ ~

[ Pulang Sekolah ] 01.30 Pm

“ Party dimulai “ sahut Ino dengan semangat.

“ Hihi ok ok. Yuk ke Starbucks ntar aku traktir “ jawab Hima.

Ino, Hima, Shinbashi, Sanchan langsung menuju Starbucks dan Midori meminta mereka duluan dan berbohong pada mereka bahwa ada acara reunaian SD padahal Midori ingin kerumah sakit itu untuk memeriksa kesehatannya lebih lanjut dan Midori menolak Sanchan ikut dengannya agar semuanya berjalan sesuai keinginannya dan berjanji tidak akan lama.

Akhirnya mereka pergi meninggalkan Midori sendirian dengan menggunakan mobil milik Hima mereka menuju Starbucks dekat stasiun di Harajuku.

~ ~ ~ ~ ~

[ RS Rainbows ] 02.02 Pm

Midori’s Pov

Aku sudah muak dengan tempat ini tapi mau bagaimana lagi aku harus memeriksannya untuk memastikannya. Akupun langsung menuju tempat resepsionis untuk memintanya bertemu dengan dokter Yusa. Kami sudah membuat janji sebelumnya kalau hari ini aku ingin memeriksa lebih lanjut dengannya dan diapun setuju dan menempatkan jamnya jam 02.00 Pm

“ Maaf nama anda siapa? “ tanya resepsionis.

“ Midori. Kamiya Midori “ jawabku dengan senyum.

“ OK. Nona Midori anda sudah ditunggu diruangan beliau “

“ Terimakasih “

~ ~ ~ ~ ~

[ Ruang Dr Yusa ]

Midori’s Pov

“ Misi Om “

“ Iya Midori masuk saja “

“ Om maaf merepotkanmu aku hanya ingin memeriksanya kembali boleh tidak? “ pintaku.

“ Tentu saja boleh masa sama anak temannya om tidak boleh “ kataku dengan senyuman.

“ Tapi om aku takut kalau mamah dan papah tahu bagaimana? “

“ Memangnya kamu belum memberitahukannya? “

“ ... “ aku hanya geleng-geleng kepala. “ Tapi aku mohon, om jangan kasih tau orang tuaku ya? ” pintaku.

“ Hhhh .. Baiklah “

Beberapa saat kemudian aku sudah diperiksa dan hasilnya megecewakan. Hasilnya bertambah buruk. Aku sudah pasrah sama apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang aku inginkan orang terdekatku tidak menangis karnaku jika aku sudah tidak ada. Suasanapun menjadi hening.

“ Mmmm .. Om berapa lama aku bisa bertahan? “ tanyaku ragu.

Om Yusa terlihat kaget dengan perkataanku barusan dan dia menjawab dengan ragu.

“ Mmmm .. “

“ Berapa lama lagi dok? “ aku memintanya untuk menjawabnya.

“ Ki .. Kira Kira .. “

“ Kira Kira berapa lama dok? “ pintaku dengan isakan.

“ 2-3 Bulan paling lama 4 Bulan “ dengan sesal om Yusa menjawab.

Seketika itu juga aku terdiam. Rasanya tidak percaya dengan ucapannya. Aku sudah tidak bisa membendung tangisanku yang sudah kutahan. Dan akupun langsung pergi keluar dan menghiraukan om Yusa memanggil-manggil namaku karna aku masih tidak percaya akan katanya berapa lama lagi aku bisa bertahan dan aku langsung menuju Starbucks karna teringat akan sahabatku yang sedang menungguku disana. Aku terus berlari walau om Yusa mengejarku dibelakang. Sesampainya aku diluar aku langsung memberhentikan sebuah taksi dan menuju Starbucks di Harajuku.

~ ~ ~ ~ ~

[ Starbucks ] 02.48 Pm

Sanchan’s Pov

Duhhh udah telat sejam nihh mana si Midori bikin aku khawatir saja. Aku telephone tidak diangkat-angkat. Aku sms tidak dibalas-balas. Kemana si Midori.

“ Hohss .. Hohss .. Maaf telat “ Kata seseorang tiba-tiba datang dengan nafas tersenggal.

“ Akhhh ni dia Midori kemana aja sih, say? “ tanyaku.

“ Maaf macet jadinya aku lari-larian deh “

“ Yaudah minum dulu “ sambil duduk dan meminum minuman siapapun yang ada di meja.

Suasana berubah menjadi kegembiraan. Semua sangat senang terutama Midori yang terlihat gembira tetapi aku melihat dia seperti habis menangis. Nanti deh aku tanyakan padanya. Setelah pulang dari Starbucks aku dan Midori turun disekolah karna mobilku masih disana tetapi Ino dan Shinbashi diantar sampai rumah karna hari ini Shin tidak membawa motor. Aku mengajak Midori makan sebelum pulang hanya ke tempat warung ramen dekat rumah Midori.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah 2 bulan Midori menjalani hidupnya seperti biasa dan masih menyimpan rahasia besarnya sendiri tanpa ada yang tau kecuali dirinya dan dokter Yusa teman mamahnya. Tiba-tiba dering handphone Midori berbunyi.

“ Moshi moshi “ tanya Midori.

“ Moshi moshi “ jawab seseorang di sebrang telephone.

“ Ada apa San malam-malam begini? “ tanya Midori kepada Sanchan yang disebrang telephone.

“ Akhhh Midori kita jalan-jalan sebentar yu ke taman Hanakotoba aku ingin kesana “ pinta Sanchan manja.

“ Baiklah. Aku akan siap-siap tapi jangan lama-lama yah “

“ Yap. Aku akan kerumahmu 5 menit lagi “

Sanchan langsung menyudahi telephonenya dan bergegas ke toko bunga dengan mobilnya dan membeli kalung sepasang berbentuk bulan dan bintang yang bersatu jika disatukan.

“ Midori .. “ triak Sanchan dibawah jendela Midori”

“ Woiii brisiiikkk “ triak tetangga Midori karna Sanchan triak-triak malem-malem begini.

“ Hey udah kaya mau ngamen aja “ kata Midori.

“ Bodo. Ayu buruan “ ajak Sanchan.

Diperjalanan Sanchan dan Midori hanya diam dengan pikiran masing-masing. Sesekali Midori merasakan dadanya sakit tetapi dia berusaha menahannya agar Sanchan tidak mengetahuinya. Sesampainya disana Sanchan turun dan diikuti Midori dan langsung menyerahkan sekantong bunga mawar putih yang di belinya sebelum kerumah Midori.

Mereka berjalan-jalan dengan riang dan dengan ditemani bunga pemberian Sanchan dan memainkan kembang api yang Sanchan beli di taman itu. Setelah mereka puas mereka duduk disebuah tempat duduk yang menghadap danau yang sangat cantik dihiasi lampu-lampu kota tokyo karna taman ini ada di atas bukit dan bisa memandangi pemandangan seluruh kota tokyo dari atas sini.

Midori’s Pov

Pemandangan disini begitu indah tapi semakin malam semakin sepi dan aku mengajak Sanchan untuk mengantarku pulang dan satu hal lagi dikarenakan aku merasakan sakit di dadaku aku takut Sanchan mengetahuinya.

“ San sudah malam lagipula besok kita perpisahankan? “ kataku.

“ Tapi indahkan? “

“ Indah, tapi aku ingin pulang untuk persiapan besok “ pintaku. “ Kita bisa melihatnya lain kali aku .. aku janji “

“ Benar ya? Dan aku yakin kamu besok akan jadi perempuan tercantik “ kata Sanchan semangat sambil memegangi tanganku.

“ I .. Iyaa .. aku janji kita akan kembali kesini lagi dan melihatnya lebih lama “ aku tersenyum.

“ Oya, aku ingin kalau kita sudah tinggal satu rumah dan mempunyai seorang anak aku ingin sekali menamainya Hana Akimiya “ sambil tersenyum Sanchan berkata.

“ Kenapa harus Hana Akimiya? “ tanyaku.

“ Kamu tau Midori? Hana aku ambil dari tempat asal kita pertama kali bertemu di taman ini Hanakotoba dan itu juga nama yang bagus menurutku karna artinya bunga. Dan Akimiya aku ambil dari singkatan nama kita berdua Takashima dan Kamiya “ jawabnya. “ baguskan? “

Aku hanya menjawab dengan senyuman lalu Sanchan berdiri dan dia memakaikan sebuah kalung bulan yang berpasangan dengan bintang yang dia kenakan dan dia berkata “ kita tidak akan terpisahkan. Aku akan selalu menjagamu seperti halnya bintang menjaga bulan” ucapannya membuatku tertunduk lalu Sanchan berbalik badan aku langsung menarik lengannya dan Sanchan langsung menolehkan kepalanya dan aku langsung mengecupkan keningnya untuk terakhir kalinya.

“ San, terima kasih atas semuanya yang udah kamu berikan kepadaku selama ini. Aku takut tidak bisa membalasnya dan menepati janjiku padamu “ kataku sambil tertunduk.

“ Hey, kenapa Kamu berbicara seperti itu. Seperti ingin meninggalkanku saja “ Sanchan Kesal dan berbalik arah agar tidak melihatku.

“ Tidak apa. Sudah yu kita pulang “ pintaku sambil menarik tangannya.
Tiba-tiba saja .. tubuhku menjadi lemas dan seperti ada cairan yang sedang mengalir dari tenggorokanku dan ingin keluar. Tanpa aba-aba cairan pekat itu keluar dan aku langsung memegangi mulutku yang berlumuran darah. Aku hanya terpaku dan begitupun dengan Sanchan yang seperti membeku seketika karna shock melihat lengan bajunya yang berlumuran darah dari mulutku. Dan beberapa menit kemudian Sanchan sadar dan menanyakan keadaanku yang masih diam membisu. Sanchan langsung membopongku menuju mobil dan langsung menuju Rs Rainbows yang langsung ditangani oleh Dr Yusa.

Sanchan’s Pov

Aku sangat shock saat cairan pekat keluar dari mulut Midori yang mengenai lengan bajuku. Setelah beberapa saat aku langsung sadar dan aku langsung membopongnya menuju Rs Rainbows yang kebetulan dokternya teman papahku yaitu dokter Yusa.

“ San, kamu kenal Midori? “ tanya dokter itu.

“ Aku .. aku teman Midori “ kataku terbata-bata. “ Bagaimana keadaannya om? ”

“ Mmm .. Tolong panggil orang tuanya “ pintanya ragu-ragu.

“ Tidak usah “ potong seseorang yang keluar dari ruang rawat dengan baju berlumuran darah.

“ Midori kamu kenapa keluar “ tanya dokter itu.

“ Om jangan beritahu “ dengan kecut Midori berkata.

“ ... “ dokter itu tidak menjawab. Aku penasaran dan bertanya pada dokter itu.

“ Om ada apa dengan Midori? Jawab om aku tidak ingin Midori kenapa-kenapa! “ pintaku.

“ Midori .. Midori .. mengidap penyakit aneurisma stadium akhir “
Seketika aku langsung terduduk lemas dan aku langsung berlari ke Midori yang mencoba lari entah menghindari apa.

“ Midori .. “

“ Midori .. “

“ Midori .. “

Aku terus memanggil namanya sambil mengejarnya hingga menaiki sebuah taksi dan aku langsung menyusulnya dan berhenti di taman Hanakotoba. Aku mencoba mendekatinya dengan perlahan.

“ Midori .. “ panggilku pelan sambil mendekatinya yang sedang terduduk melamun di salah satu bangku taman.

“ Midori “ aku langsung memeluknya dan dia menangis di dadaku dan meminta aku berjanji akan suatu hal.

“ San, apa kamu mau janji untukku untuk yang terakhir kalinya? “ pintanya dengan air mata.

“ ... “ aku hanya terdiam.

“ San .. maukah kamu berjanji untukku? “ pintanya sambil duduk dan memegangi kakiku.

“ Midori kamu kenapa menyembunyika ini? “ kataku sambil terisak.

“ aku tidak ingin semua orang menangisiku “ jawabnya yang juga terisak. “ San mau janjikan sama aku? “

“ ... “ aku tidak menjawab dan Midori melanjutkannya.

“ Aku ingin kamu berjanji untuk terakhir kalinya membawaku ke taman ini hanya berdua mengenakan pakaian yang pertama kali kita bertemu. Aku ingin mengenangnya untuk terakhir kalinya. Kamu maukan San berjanji untuk membawaku kemari? “ pintanya yang membuat air mata ku tak bisa dibendung lagi dan langsung memeluknya.

“ Midori kamu bisa sembuh. Aku yakin itu “ isakku.

“ Aku tau. Tapi aku tidak ingin menyusahkan orang tuaku dan yang lainnya. Dan tolong kamu janji juga jangan memberi tahu kesemuannya. Mamah, papah, Ino, Shin, Hima jangan sampai kamu kasih tau mereka dan aku ingin kamu hidup bahagia bersama Hima karna dia menyukaimu sewaktu kita pertama kali bertemu” pintannya.

“ Aku tidak bisa Midori. Hanya kamu yang ada dihatiku dan hanya kamu yang bisa buatku bahagia selamanya “
“ Aku yakin kamu dan Hima akan bahagia sampai ajal memisahkan kalian berdua “

Author’s Pov

Setelah Midori mengatakan hal itu dia langsung kehilangan kesadaran dan Sanchan langsung membawanya ke Rs Rainbows dan dirawat disana. Beberapa jam kemudian orang tua Midori pun datang dan disusul Hima. Saat Midori sadar dia melihat sekeliling karna semua orang sudah mengelilinginya dan dia meminta orang tuanya untuk membicarakan suatu hal dan meminta semua orang keluar. Setelah beberapa menit orang tuanya keluar dan memanggil Hima. Hima pun langsung memasuki ruang tersebut.

“ Midori ada apa sebenarnya? “ tanya Hima.

“ Tidak ada apa-apa “ jawab Midori tersenyum.

“ Kamu jangan bohong. Aku tidak percaya. Coba kamu jelaskan kalau kamu tidak apa-apa kenapa pakaian serta mulutmu dan lengan Sanchan berlumuran darah? “ tanya Hima membentak.

“ Kamu .. Kamu tidak usah khawatir “ jawab Midori tertunduk.

“ Bagaimana aku tidak khawatir kalau sahabatku yang sehat tiba-tiba seperti ini. Jujur saja padaku Midori. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa “ isak Hima.

“ Inilah yang aku takutkan “ sambil mengusap air mata Hima. “ Aku tidak ingin semua orang terdekatku menangisiku dan menghawatirkanku “

“ Tapi kenapa ? “ tanya Hima.

“ Aku tidak ingin merepotkan semuanya hanya karna aku dan aku ingin memberitahukanmu kalau aku dan Sanchan .. “ kata Midori yang tiba-tiba berhenti.

“ Beritahu aku tentang apa? “

“ Aku sebenarnya sudah menikah dengan Sanchan “

“ Apa yang kamu bilang? Kenapa kamu tidak membicarakannya kepadaku? Kalau tau begitu aku tidak akan menyukainya sampai saat ini Midori “ bentak Hima.

“ Karna itu aku ingin kamu berjanji untukku kalau kamu akan bersama Sanchan untuk menggantikan aku setelah aku tidak ada disampingnya. Kamu mau kan Hima? “ pinta Midori menangis.
Suasana menjadi hening seketika dan tiba-tiba Midori ingin bicara dengan Sanchan dan meminta Hima keluar untuk memanggilnya ke dalam ruangan.

= = > Kejadian diluar ketika Hima didalam < = =

“Sanchan apa yang terjadi dengan Midori? “ tanya seorang perempuan paruh baya yang tidak lain mamahnya Midori kepada Sanchan sambil menangis.

“ ... “ Sanchan tidak menjawab dia terus menangis.

“ Sanchan .. “ bentak mamahnya Midori sambil mengguncangkan tubuh Sanchan.

“ Midori .. “ Sanchan menjawab tapi langung menangis kembali.

“ Yusa, ada apa ini sebenarnya? “ tanya seorang laki-laki paruh baya suami perempuan tadi yang tidak lain adalah papahnya Midori kepada dokter Yusa.

“ Midori .. dia terkena aneurisma “ kata dokter Yusa.

“ Apa? Sudah stadium berapa? “ tanya papahnya Midori yang shock akan kata dokter itu.

“ Maaf. Sudah stadium akhir “ kata dokter Yusa sambil tertunduk.

“ berapa lama lagi anakku bisa bertahan “ isak papahnya Midori.

“ Mungkin kurang dari 50 jam lagi “ kata dokter Yusa yang langsung tertunduk.

Semua orang langsung menangis setelah mendengarkan perkataan dokter itu yang telah membuat semua orang shock terutama kepada Sanchan dan tak lama Hima keluar dan meminta Sanchan menemui Midori karna dipanggilnya. Seketika itu juga Sanchan langsung masuk keruangan dimana Midori terbaring lemas. Ketika Sanchan memasuki ruangan tersebut Shinbashi dan Ino baru datang dan langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Midori.

“ Tante Shime apa yang sebenarnya terjadi pada Midori? “ tanya Ino sambil menarik tangan mamahnya Midori.

“ ... “ mamahnya Midori hanya bisa menggelengkan kepada dan Shinbashipun bertanya kepada papahnya Midori.

“ Om Seto apa yang terjadi? Kenapa semua orang menangis? “ tanya Shinbashi tetapi tidak ada jawaban dari papahnya Midori dan dia langsung bertanya kepada Hima “ Hima, apa yang terjadi? “

“ Midori .. “

“ Ada apa dengan Midori? “

“ Midori terkena aneurisma stadium akhir “

Seketika itu juga Shinbashi dan Ino sudah tidak bisa membendung air mata yang mereka tahan sejak pertama kali mengetahui Midori masuk rumah sakit.

= = > Kejadian didalam ruangan ketika Ino dan Shinbashi datang < = =

“ Midori .. “ panggil Sanchan.

“ ... “ tidak ada jawaban dari Midori.

“ Midori kenapa kamu menyembunyikan semua ini “ kata Sanchan sambil duduk di hadapannya dan memegangi tangan Midori.

“ Kamu tidak perlu khawatir sayang “ dengan senyuman Midori menjawab.

“ Bagaimana aku tidak khawatir. Aku baru mengerti arti ucapanmu tadi “ Sanchan langung memeluknya dan menangis dipundak Midori.

“ Sudah San. Aku tidak apa-apa kamu jangan khawatir “ kata Midori meyakinkan Sanchan.

“ Aku ingin kamu sembuh bertahanlah untukku “ pinta Sanchan.

“ Aku tidak bisa berjanji lagi untukmu, karna janji-janji yang sudah kuucapkan belum tentu bisa kupenuhi“ kata midori melemah.

“ Kamu pasti bisa. Aku yakin itu. Kita kan sudah janji untuk bersama selamanya sampai ajal tiba “

“ Aku tidak melupakan janjiku yang itu San. Aku menepatinya “ kata Midori sembari tersenyum.

Seketika itu juga ruangan menjadi hening tidak ada sepatah katapun dan tiba-tiba Midori memecahkan suasana dengan mengatakan sesuatu yang membuat Sanchan menangis.

“ San, aku ingin kamu juga menepati janji tadi di taman Hanakotoba untukku ya? “ pinta Midori.

“ Aku tidak bisa “ Sanchan menangis dan tertunduk.

“ Tidak usah menangis begitu “ sambil mengelus rambut Sanchan. “Kalau aku sudah tidak bisa bersamamu lagi aku ingin kamu dan Hima bahagia untukku dan lupakan aku ... “ kata hima berhenti Dan aku ingin kamu menjalani kehidupan yang baru bersamanya “ pinta Midori.

Sanchan tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya bisa senangis dan memeluk Midori. Tiba-tiba Midori berbisik padanya “ San tolong panggilkan Hima tapi kamu jangan keluar dulu “
Seketika itu juga Sanchan langsung memanggil Hima dan kembali bersamanya dan duduk berhadapan dengan Midori.

“ Hima aku minta maaf karna telah menyembunyikan semuanya kepadamu dan teman yang lain tapi aku tidak bermaksud begitu “ kata Midori kepada Hima.

“ San, aku ingin kamu menembaknya sekarang “ bisik Midori kepada Sanchan.

“ Tidak bisa Midori “ jawab Sanchan.

“ Kamu pasti bisa “ Midori tersenyum.

“ Hhh .. Hi .. ii .. Maa .. “ kata Sanchan terbata “ Maukah kamu jadi pacarku? “ dengan tertunduk Sanchan melanjutkan.

“ Sudah terima saja Hima. Aku hanya ingin kamu bahagia bersamanya ” kata Midori kepada Himawari.

“ Tapi .. “ jawab Hima ragu.

“ Sudahlah tidak usah difikirkan lagi. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi ko. Anggap saja ini permintaan terakhirku “ sambil tersenyum Midori menjawab “ Dan aku minta maaf kalau aku sudah menikah dengannya tanpa memberi tahukanmu dulu “

“ ... “ Hima tidak menjawab dan dilanjutkan dengan anggukan tanda setuju.

“ Nah gitu dong. Kan semuanya jadi senang dan happy ending “ sambil tertawa Midori berkata.

“ Tapi Hima bolehkah aku meminjam kekasihmu ini hanya sampai aku tak bisa bertahan lagi? “ pinta Midori tiba-tiba “ Aku hanya ingin mengenangnya untuk terakhir kalinya “

“ Midori .. “ kata Hima sambil terisak.

Tiba-tiba tangan Midori memegangi tangannya Hima dan tangan Sanchan dan dipertemukan di perutnya supaya membentuk satu genggaman antara tangan Sanchan dengan Hima. Midori terlihat sangat bahagia tidak halnya Sanchan dan Hima yang begitu sedih melihatnya dan Midori meminta semuanya pulang karna besok ada acara perpisahan angkatan dirinya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Saturday, 17 September
[ Gedung Cassis ] 08.00 Am

Hari ini adalah hari perpisahan angkatan Midori dan kawan-kawannya dan sekaligus acara ulang tahun kepala sekolah  SMA Girugamesh yaitu Drs. Amano Shinji S.pd atau lebih dikenal dengan nama Bpk. Tora oleh siswa-siswi disana akan tetapi tidak semua orang mengetahui akan dirinya melainkan hanya mengenal namanya saja. Dikarenakan Bpk. Tora ini orang terkaya di Tokyo dan dia juga pemilik sekolah ini dan perusahaan-perusahaan besar yang sudah tersebar diseluruh Jepang bahkan diluar Jepang.

Acara ini dimulai dengan sambutan-sambutan yang dibawakan oleh Nao sensei dan dilanjutkan dengan Ruki sensei. Acara berlangsung sesuai rencana dan tiba-tiba seseorang datang menggunakan kursi roda memasuki gedung. Dia begitu cantik tetapi ada kejanggalan pada wajahnya yang begitu pucat. Dia memasuki gedung Cassis sambil tersenyum dan kedua orang tuanya menemaninya dibelakang dengan pakaian yang serasi dengan putri mereka.

Midori’s Pov

Aku melihat semua orang yang ada di dalam gedung ini dan berusaha tidak melupakan kenangan indah ini. Semua orang begitu cantik dan tampan. Aku tersenyum ketika aku melihat Hima bersama Sanchan disisinya dan Ino juga Shinbashi disisi lainnya. Mereka sangat terlihat bahagia. Kulihat orang tuaku bercakap-cakap dengan tante Leda dan om Hyde di bangku khusus orang tua murid. Aku mencoba menyaksikan perpisahan itu dengan tenang dari belakang karna aku tidak ingin menemui teman-temanku saat ini.

Acara perpisan ini pun berlangsung lama dan dilanjutkan dengan acara Hanabi atau acara kembang api karna sekarang sudah menunjukan pukul 07.00 Pm. Semua orang langsung menuju taman Hanakotoba untuk melaksanakan pesta tersebut disana dikarenakan taman itu dekat dengan gedung Cassis ini. Aku dan kedua orang tuaku langsung menuju kesana menggunakan mobil.

~ ~ ~ ~ ~

[ Taman Hanakotoba ]

Sanchan’s Pov

Aku melihat seorang perempuan yang duduk di kursi roda dan aku teringat akan janjinya dan aku tidak lupa untuk membawa pakaianku sewaktu kita pertama kali bertemu. Ku lihat teman-temanku sudah disana bersamanya dan salah seorang memanggilku.

“ San, kemari “ ajak Shinbashi.

Kulihat perempuan itu selalu tersenyum kepada semuannya walaupun ada kejanggalan pada wajahnya yang pucat.

“ Ok tunggu sebentar “ kataku dan langsung menghampiri mereka sambil membawa digital untuk kenang-kenangan.

“ Kita poto dulu yu “ ajakku dilanjut anggukan semuannya.

1 .. 2 .. 3 .. “ Kriik “ (Timer mode-on)

“ Hihi bagus nih fotonya “ kata Ino.

“ Apalagi cowok yang ini “ kata Shinbashi sambil menjuk dirinya pada poto itu.

“ Ye .. pede banget “ kata Ino.

Semua orang tertawa dan aku meminta tolong kepada yang lain untuk memotretku dengan Midori berdua saja.

“ Eh Shin, potoin aku dong sama Midori “ pintaku.

“ Ok “ seraya mengacungkan jempolnya.

1 .. 2 .. 3 .. “ Kriikk “ (Timer mode-off)

“ Wah bagus “ kata Shinbashi sambil menyerahkan hasil jepretannya seketika itu juga aku melihat Midori tersenyum puas.

Hima’s Pov

Aku melihat Sanchan dan Midori serasi sekali malam ini dan aku merasa cemburu akan hal itu tapi aku tidak boleh egois aku tidak boleh mementingkan kebahagiaanku sendiri ketibang sahabatku. Lagipula apa hakku? Aku hanya menyukai Sanchan itu juga berkat Midori yang menyuruh Sanchan menjadi pacarku. Tapi, apa boleh buat Midori itu tetap istrinya Sanchan. Aku tidak berhak mendapatkannya.

Sanchan’s Pov

“ San, apa Kamu ingin menempati janjimu sekarang? Aku tidak masalah Kamu tidak membawa pakaiannya lagi pula aku juga tidak membawanya “ kata Midori bisik bisik.

“ ... “ aku hanya terdiam karna shock Midori berbicara itu pada saat kami bersenang-senang.

“ Ayo San keburu malam “ ajaknya.

“ Maaf ya guys, aku ingin ngajak Midori jalan berkeliling di taman ini “ pinta Sanchan kepada semuannya dan dilanjutkan anjukan jempol karena mereka sedang berfoto-foto begitu juga dengan Hima.

Sesampainnya ditempat dimana aku dan Midori biasa duduk sambil memandangi indahnya kota Tokyo tiba-tiba Midori mengatakan sesuatu.

“ San, maaf sudah merusak malammu “ maaf Midori.

“ Tidak. Kamu tidak merusak malamku ko. Malahan aku berterima kasih untukmu karna mengajakku untuk berduaan denganmu disini “ kataku sambil mengelus rambutnya “ Kamu cantik hari ini “

“ Berarti hari-hari lain aku biasa saja gitu? “ kesalnya sambil cemberut.

“ Hehe. Ya, gak juga kamu selalu cantik ko dimataku“ kataku supaya dia tidak marah.

“ ... “ tidak ada jawaban darinya.

“ Mmm .. Midori “ kataku tiba-tiba.

“ Ada apa San? “ tanyanya.

“ Aku sudah menepati janjiku. Sekarang aku ingin kamu berjanji untuk bertahan demi aku ya “ kataku sambil memegangi tangannya.

“ ... “

“ Oiya, ku membawa pakaiannya. Biar aku ganti dulu ya “ pintaku dan aku langsung berdiri tetapi ada tangan yang menarikku hingga terduduk kembali.

“ San, tidak usah. Aku hanya merepotkanmu saja “ katanya sambil tertunduk.

“ Akhh tidak Midori kamu tidak merepotkanku “

Seketika itu juga aku memeluknya dan terus memeluknya. Aku merasakan isakannya dan beberapa menit kemudian isakan itu sudah tidak terasa lagi. Aku mulai gelisah seketika itu juga aku mengeluarkan air mata ketika aku melihat matanya yang tertutup dan kejanggalan pada mulutnya yang tersenyum tapi dibanjiri oleh darah kental dan tak kusangka darah itu juga ada pada bajuku dan aku langsung memeluknya dengan isakan dan triakan yang tak sengaja aku keluarkan sehingga membuat semua orang melihat kearahku dan langsung berdatangan ketempatku.

~ ~ ~ ~ ~

Sunday, 18 September 11.00 Am

Sanchan’s Pov

Aku baru pulang dari acara pemakaman istriku Midori yang sangatku cinta. Aku masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Aku mengurung diri dikamar hingga beberapa hari. Aku tidak ingin menemui siapapun. Yang aku inginkan hanyalah Midori kembali kepadaku. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarku.

“ San, aku Hima apa aku boleh masuk? “ pintanya.

“ ... “ aku tidak menjawabnya.

“ San, kamu jangan seperti ini terus. Midori kalau tau dia pasti sedih disana “ katanya yang membuat aku tiba-tiba membuka pintu untuknya dan dia langsung masuk dan memelukku.

“ Kamu boleh menangis sepuasmu San. Aku juga merasakan hal yang sama kehilangan sahabat terbaikku. Tapi, kita juga jangan terus terlarut dalam kesedihan. Apa Kamu tau San? Kenapa dia tidak ingin menceritakan semuanya kepada kita semua? “ tanyanya kepadaku.

“ ... “ aku hanya geleng-geleng kepala.

“ itu karna dia tidak ingin ditangisi. Makannya aku ingin kamu semangat seperti dulu supaya Midori bahagia disana “ pintanya.

“ Tapi .. Tapi .. ada janji yang belum aku penuhi untuknya dan melibatkan orang lain ” kataku.

“ Janji apa? “

“ Menikah denganmu “ Kulihat wajah Hima yang terlihat shock. “ Bagaimana? “ tanyaku.

Seketika suasana kamar menjadi hening. Tidak ada seorangpun yang berbicara baik aku maupun Hima. Aku dan hima hanya terlarut dalam pikiran masing-masing. Seketika itu juga Hima menjawab pertanyaanku yang sempat membuatku terdiam sebentar.

“ Aku bersedia jika itu keinginan sahabatku “ dia menjawab sambil tersenyum.

“ Baiklah “ jawabku setelah terdiam sesaat.

~ ~ ~ ~ ~

Author's Pov

Setelah beberapa tahun kemudian aktivitas Sanchan, Hima, Ino dan Shinbashi kembali seperti biasa. Sanchan sudah mulai menerima kehadiran Hima sebagai kekasihnya dan beberapa bulan kemudian Shinbashi bertunangan dengan Ino sedangkan Sanchan sudah menikah dengan Hima beberapa minggu yang lalu. Shinbashi melanjutkan kuliahnya di Koriyama dan meninggalkan kota kelahirannya dan juga Ino yang melanjutkan kuliah di Tokyo dan membuka toko bunga karna hobby keterampilannya mengarang bunga sejak SD. Hima dan Sanchan tinggal di daerah sekitar taman Hanakotoba karna permintaan Sanchan untuk mengingat terus kenangan-kenangan yang ia lalui bersama Midori dan mendapatkan persetujuan dari Hima. Orang tua Midori dipindah tugaskan di Osaka sehingga membuat mereka untuk tinggal disana karna jarak Tokyo-Osaka lumayan jauh.

Beberapa tahun berlalu dengan cepat. Sanchan dan Hima sudah mempunyai anak seorang perempuan manis berumur 5 tahun. Dan suatu hari ketika Sanchan libur bekerja. Dia mengajak Hima dan putrinya pergi kesuatu tempat. Sesampainya disana anaknya Sanchan bertanya kepadanya.

“ Yah, ini makam siapa? “ kata anaknya.

“ Ini makam istri papah “ kata Hima ketika Sanchan membuka mulutnya sambil mengelus rambut anaknya.

“ Kan mamah istrinya papah “ kata anaknya dengan wajah innocent kepada Hima.

“ Suatu saat kamu dapat mengerti semua ini Hana “ kata Hima sambil mencium anaknya.

“ Namanya siapa pah? “ tanya anaknya.

“ Kamiya Midori “ jawab Sanchan sambil mengelus batu nisan.

“ Nama depannya senada denganku ya pah “ kata anaknya sambil tersenyum.

“ Iya Hana Akimiya “ kata Hima “ Dia juga cantik “

“ Sudah yu kita pulang Hana. Papah sudah lapar “ ajak Sanchan sambil menggendong anaknya Hana Akimiya dan mencium istrinya Takashima Himawari atau biasa dipanggil Hima.


Owari ~